Tondano, Fajarmanado.com – Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Bansos (Bantuan Sosial) dan meresmikan Gedung Rehabilitasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kalooran di Desa Tampusu Kecamatan Remboken, Minahasa, Jumat (3/2) tadi.
Peresmian IPWL ini merupakan bagian dari wujud konkret perhatian pemerintah pusat terhadap korban bencana alam dan keluarga kurang serta warga yang butuh rehabilitasi sosial di Sulut.
Pasalnya, selain meresmikan Gedung IPWL di Tampusu, Mensos Kofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan sosial (Bansos) korban bencana alam di daerah Toar Lumimuut ini.
Mensos Kofifah hadir di daerah ini, Kamis (2/2) kemarin. Sebelum merealisasikan bantuan sosial, Mensos melakukan dialog dengan jajaran Pemprov Sulut dan diterima oleh Sekprov Edwin Silangen dan jajaran pejabat Pemprov di Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus Manado.
Agenda kunjungan dua hari Mensos di daerah Nyiur Melambai kali ini, selain meninjau lokasi-lokasi relokasi korban banjir, juga menyerahkan berbagai bantuan sosial di Manado, Bolaang Mongondouw Selatan (Bolsel) dan Minahasa.
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS), ketika mendampingi Mensos, mengungkapkan terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat yang telah memberikan banyak bantuan dana lewat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.
Lebih dari itu, lanjut JWS, kehadiran gedung IPWL sangat penting dan strategis. “Kasus penyalahgunaan Narkotika, alkohol, psykotropika, san zat adiktif lainya (Napsa) setiap tahun terus meningkat,” ujarnya.
Lebih parah lagi, para penggunanya didominasi anak-anak muda yang adalah tunas-tunas penerus bangsa, sehingga pemerintah memberi perhatian khusus terkait hal ini karena sudah dikategorikan darurat.
“Karena itulah, keberadaan gedung IPWL ini sangat strategis,” ujar JWS.
Walaupun kasus penyalahgunaan Napsa belum menonjol di Kabupaten Minahasa, JWS menyatakan sangat bangga menjadi lokasi pembangunan gedung IPWL karena bisa memberi sumbangsih terhadap orang-orang yang kecanduan Napsa.
“Di lokasi IPWL ini ada lahan seluas 10 hektar yang subur. Jadi, kalau orang-orang yang direhabilitasi di gedung ini mau, mereka bisa bercocok tanam,” jelas JWS.
Sementara itu, Mensos mengatakan bahwa kasus penyalahgunaan Napsa harus dilakukan sejak dini karna bisa merusak masa depan bangsa.
“Ada anak usia SMP yang dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab sebagai kurir. Jadi mereka menyuruh anak SMP untuk mengantar barang dengan imbalan uang yang besar,” ungkapnya.
Imbalan sampai belasan juta rupiah, menurut Mensos Kofifah, sangat besar bagi anak usia SMP. “
Jadi bisa saja mereka tergiur dan terus dimanfaatkan. Sebab itu, masalah ini perlu penanganan yang cepat dan tepat. Selain itu, peran serta dari orang tua sangat penting untuk pengawasan,” ujar Mensos.
(fis)

