Manado, Fajarmanado.com – Sekjen PB Al-Khairaat Pusat DR H. Lukman S.Taher, MA melantik pengurus Komisariat Wilayah Al-Khairaat Provinsi Sulut masa bakti 2016-2021 di Graha Gubernuran Bumi beringin Manado, Rabu (25/1/2017).
Pelantikan pengurus yang diketuai oleh Ir. HS Ahmad Mulachele berlangsung hikmah dan turut disaksiksan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE yang diwakili Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik dr. Bahagia R Mokoagow, MSi, MKes.
Gubernur dalam sambutan yang dibacakan oleh Karo dr Bahagia Mokoagow memberikan apresiasi kepada Panitia Pelaksana Pengurus komisariat wilayah Al-khairaat atas terselenggaranya agenda ini, sekaligus mengucapkan selamat bertugas dan berkarya kepada segenap Pengurus yang baru saja dilantik.
Menurut Dondokambey, di tengah era globalisasi dan era modernisasi yang sarat dengan tantangan serta peluang dewasa ini, maka sudah menjadi keharusan bagi segenap komponen bangsa yang ada, untuk dapat berkontribusi aktif dalam proses pembangunan bangsa sesuai dangan kapasitas dan ruang lingkup yang dimiliki.
Untuk itu gubernur bergharap agar amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus baru agar benar-benar dilaksanakan dengan tulus dan bertanggung jawab sehingga akan semakin memantapkan peran positif organisasi ini, utamanya dalam setiap lintasan kerjanya untuk membangun bangsa.
“Ini perlu dilakukan agar kontribusi terhadap pembangunan bangsa di sektor pendidikan semakin terarah dan tepat sasaran serta agar organisasi ini semakin terdepan dalam karya dan kerja,” sambung Bahagia.
Gubernur juga mengatakan, Al-khairaat harus menjadi pencetak SDM yang berkualitas dalam pendidikan, dakwah dan berbagai usaha-usaha sosial, bisa membawa perubahan paradigma dalam dunia pendidikan dengan penguasaan bidang keilmuan (Intellegence Quotient), juga di bekali kecerdasan emotional (Emotional Quotient), serta kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient).
Lebih dari itu, juga diharapkan Al-khairaat tampil sebagai pelopor pemersatu bangsa, turut membudayakan kembali nilai-nilai ideologi bangsa, serta bisa berdamai dengan Tuhan, dengan sesama dan lingkungan dalam bingkai kesadaran bahwa Torang Samua Ciptaan Tuhan.
Tampak ikut hadir, perwakilan Forkopimda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut dan Ketua MUI Sulut.
(ely)

