Pantau Pusat Kota Amurang, Dishub Minsel Menampung Aspirasi
Penampakan kesemrawutan pusat perdagangan Kota Amurang, Ibu Kota Minsel. FotoI Andries Pattyranie

Pantau Pusat Kota Amurang, Dishub Minsel Menampung Aspirasi

Amurang, Fajarmanado.com – Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Minahasa Selatan (Minsel) Verra Lasut, SSTP meninjau terminal dan kawasan parkir di Kota Amurang dalam pekan ini. Selain melihat keberadaan ke dua fasilitas publik ini, juga berdialog dengan para sopir angkutan umum untuk menampung aspirasi.

Didamping sejumlah staf, wanita enerjik ini terlihat akrab berdialog dengan masyarakat. Bukan hanya para sopir angkutan umum dan penggendara sepeda motor,  mobil pribadi dan para kusir  Bendi di terminal dan kompleks perparkiran, tetapi juga dengan para pedagang dan pengusaha di kawasan tersebut pada Kamis (19/1/2017).

Beragam masukan pun disampaikan masyarakat agar arus lalu lintas menjadi lancar sekaligus menghilangkan kesan semrawut pusat kota, yang selama ini menjadi titik macet di sepanjang jalan Trans Sulawesi di wilayah Minsel ini.

Verra mengatakan, langkah ini sengaja dilakukannya untuk mendengar aspirasi langsung dari para sopir dan penggendara sepeda motor maupun angkutan tradisional Bendi dan pengusaha setempat agar dapat menentukan langkah yang tepat dan efektif untuk menata pusat perdagangan ibu kota Kabupaten Minsel ini.

“Banyak masukan yang kami dengar. Umumnya memang baik, makanya kami akan melakukan kajian konprehensif untuk menentukan langkah kebijakan yang tepat dan efektif sesuai dengan keinginan ibu bupati,” katanya kepada Fajarmanado.com di Amurang.

Ia menilai penataan armada angkutan umum di Terminal Amurang perlu dilakukan dan benar-benar harus digunakakan sebagaimana fungsinya, sebagai tempat menurunkan dan menaikkan penumpang AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi).

Sebelumnya, Selasa (18/1/2017), mantan Kabag Pemerintahan Setdakab Minsel ini juga turun melakukan peninjauan di sekitar Rumah Kopi D’Teras 54 Amurang, yang juga berada di kawasan pusat pertokoan.

Verra mengatakan, keberadaan kawasan perparkiran di wilayah itu sangat amburadul dan semrawut. Mobil maupun sepeda motor diparkir sembarangan. Untuk itu perlu penempatan petugas parkir di lokasi tersebut.

Mengenai kemungkinan digelar pertemuan dengan para sopir angkutan umum, Verra mengaku perlu untuk mencari solusi bersama agar menguntungkan semua pihak, terutama dapat menciptakan kelancaran arus lalu lintas di pusat kota.

Karena itulah, jebolan STPDN/IPDN Jatinangor, Sumedang, Bandung ini mengharapkan kerjasama semua stakeholder.

“Saya menyadari, sebaik apapun program kami, apabila tidak didukung dengan kesadaran dan topangan dari stakeholder tentu tidak akan terlaksana sesuai harapan,” paparnya.

Di kesempatan terpisah, pengamat penataan pusat Kota Amurang, Rio Joseph menilai Kota Amurang bisa ditata seperti kota lainnya di Sulut.

Namun, katanya, perlu keseriusan dan dukungan semua pihak. “Seperti yang anda lihat sekarang, keberadaan Kota Amurang memang semrawut sekali,” katanya.

Joseph mengatakan, penataan perparkiran butuh perhatian khusus. Kendaraan-kendaraan yang parkir, baik mobil maupun sepeda motor sangat amburadul, tidak tertata.

“Sebagai warga Amurang tentunya saya sangat mendukung pusat Kota Amurang tertata dengan baik agar terlihat rapi. Ini juga akan mendukung program Dinas Lingkungan Hidup Minsel dalam rangka lomba Adipura tahun 2018,”  pungkas pemilik Rumah Kopi D’Teras 54 Amurang ini.

(andries)