Lakoy Bangga, Sebagai Masyarakat Mau Mengkritisi Kinerja Pemerintah
Karel H Lakoy

Lakoy Bangga, Sebagai Masyarakat Mau Mengkritisi Kinerja Pemerintah

Amurang, Fajarmanado.com – Kinerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun belum maksimal. Namun, soal kinerja baik antar pejabat hanya bisa dihitung dengan jari. Olehnya, sebagai warga Minsel saatnya kita kritisi kinerja pemerintah dalam hal ini pejabat pada umumnya.

Karel H Lakoy, pengamat pemerintah Minsel mengaku bangga kalau kita diwajibkan ikut mengkritisi kinerja pemerintah. ‘’Sebagai bagian dari warga masyarakat Minsel, saya bangga kalau ada yang mau mengkrisi kinerja pemerintah,’’ujar Lakoy.

Kata Lakoy, yang juga mantan calon bupati Minsel periode 2016-2021 diusung oleh Partai Golkar menyebut, tentunya dalam mengkritisi pemerintah ada dasar yang kuat. Jangan setelah kita ingin mengkritisi langsung ke jantungnya.

‘’Mohon maaf, kritisi ini ditujukan kepada Plt Kepala Dinas Perhubungan Minsel, Verra Lasut, SSTP yang baru diangkat bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE akhir Desember 2016 lalu. Bahwa, ingin saya sampaikan yang mana beliau bukan ‘Superman’ yang punya kekuatan super instan,’’ujarnya.

Soal kehadiran disalah satu rumah kopi di Amurang saat jam sibuk. Menurut Lakoy jangan dulu apriori dengan beliau. Sebab dirinya menyaksikan bagaimana beliau (Plt Kadishub Verra Lasut, red) turun lapangan bersama jajarannya untuk kepentingan penertiban kendaraan.

‘’ Bahwa, pusat Kota Amurang memang ‘semrawut’. Maka, wajarlah kalau seorang Plt Kadishub Minsel, Verra Lasut turun. Namun, sebelumnya singga di salah satu rumah kopi untuk melihat dari dekat situasi dan kondisi pusat Kota Amurang. Jadi kalau pemberitaan beliau cuma sibuk atau santai dan minum kopi itu salah besar. Tapi maaf, itu hak kalian (warga, red) untuk memberikan pernyataan walau super subjektif menurut pemahamannya,’’jelas dedengkot Partai Golkar Minsel ini.

Bahwa, jujur kalau saya katakan Plt Kadis Perhubungan Minsel Verra Lasut datang minum kopi atas undangannya. Dan undangannya juga agar supaya Verra Lasut melihat dari dekat kondisi ‘semrawut’ pusat Kota Amurang saat ini.

‘’Selanjutnya, untuk mengembalikan angkutan umum Amurang-Tumpaan, Amurang-Tenga, Amurang-Teep ke terminal Amurang di Kelurahan Buyungon. Diakuinya, bahwa memang sangat sulit kalau bisa dikembalikan tanpa ada pertemuan bersama antara sopir dan masyarakat sebagai pengguna. Jadi semua stakeholder harus duduk satu meja dan dengan arif dan bijaksana dalam mencari win-win solusion tanpa ada kesenjangan didalamnya,’’tukas Lakoy yang kritikannya ingin agar Amurang sebagai pusat Kota Minsel benar-benar lebih baik lagi.

(andries)