Tomohon, Fajarmanado.com – DPRD Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kunjungan komparasi di Kota Tomohon, Rabu (18/1/2017).
Rombongan yang dipimpin Ketua Badan Pembentukan Peratuan Daerah DPRD Bantul Sudarto BA STh ini diterima oleh Asisten I Dra Truusje Kaunangdi gedung DPRD Kota Tomohon.
Kehadiran Sudarto dan rombongan tak lain untuk melakukan studi tentang pembentukan peraturan daerah, di mana pada tahun 2017 DPRD Bantul telah mengagendakan pembahasan 26 peraturan daerah (Perda).
Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Dra Truusje Kaunang mengatakan, terkait dengan maksud kunjungan ini, ada mekanisme yang telah ditetapkan sesuai perundang-udangan yang berlaku.
Langkah itu diawali dengan penyusunan dan pembahasan naskah akademik di lingkungan pemerintah Kota Tomohon. Berdasarkan itu, dilakukan penyusunan rancangan peraturan daerah (Ranperda).
“Pertama Pemkot Tomohon menyiapkan konsep Ranperda, selanjutnya menetapkan tim lengkap dengan tenaga ahli untuk membuat naskah akademik, kemudian dikonsultasikan ke pemerintah provinsi yang selanjutnya di bahas di DPRD Kota Tomohon,” jelasnya.
Ranperda yang disodorkan tersebut, dibahas oleh lembaga legislatif sesuai dengan tahapan dan tatacara yang berlaku untuk ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD.
Pada kesempatan itu, Walikota Eman memaparkan potensi wisata relegi dan wisata alam Kota Tomohon, bahkan industri rumah panggung di kawasan Woloan.
Wali Kota juga mengungkapkan bunga Kota multi dimensi ini. Bahkan, didukung dengan suasana alam yang sejuk dan struktur tanah yang baik maka Tomohon juga dikenal sebagai kota hortikultura dan Kota Bunga.
“Di Kota (Tomohon) ini ada agenda rutin tahunan bertaraf internasional, yaitu Event Tomohon International Flower Festival yang didalamnya Tournament Of Flowers. Kami mengajak Kabupaten Bantul bisa berpartisipasi pada festival tahun 2017 ini,” ujar Eman, seperti dikutip Kaunang.
Pertemuan tersebut diwarnai dengan dialog, setelah delegasi DPRD Bantul memaparkan pula beragam potensi alamnya, termasuk 31,22 persen areal persawahan di wilayah tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Plt Sekretaris Dewan Fransiskus Ferdinand Lantang SSTP, Kepala Bagian Hukum Denny Mangundap SH dan Kepala Bagian Umum Syske Wongkar SPd.
(prokla)

