Manado, Fajarmanado.com – Polemik menjamurnya bisnis retail IndoMaret hingga ke pelosok-pelosok di daerah Sulawesi Utara (Sulut) mendapat tanggapan serius dari pihak DPRD Provinsi (Deprov) setempat.
Ketua LPPT RI Perwakilan Sulut Maykel Tielung SE, SH mengapresiasi sikap pimpinan DPRD Sulut ketika menerima dan berkoordinasi dengan pihaknya di Manado, Selasa (17/1/2017).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Stefanus Vreeke Runtu juga mengaku terusik dengan gelombang keluhan masyarakat atas kehadiran bisnis retail sampai ke pelosok desa di daerah Nyiur Melambai akhir-akhir ini.
SVR, sapaan akrab Ketua DPD I Partai Golkar Sulut ini, ketika dikonfirmasi menyatakan dengan tegas agar Indomaret ditutup.
“Ini mematikan ekonomi rakyat, rakyat dirugikan dengan kehadiran (IndoMaret) ini, apalagi ke pelosok-pelosok desa tidak boleh. Kenapa Kabupaten Minahasa Tenggara bisa tanpa Indomaret? Berarti daerah lain juga bisa. Harus dicabut ijinnya,” ujar mantan Bupati Minahasa dua periode ini.
SVR juga menjelaskan, ekonomi kerakyatan harus terus terbangun dari bawah. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah harus terus ditopang. Rakyat harus sejahtera dengan topangan pemerintah.
“Jadi sektor pembangunan harua berpihak ke rakyat,” SVR, yang juga dikenal sebagai Bapak Pemekaran Minahasa Raya.
Tielung menambahkan, berdasarkan koordinasi awal siang tadi, pihaknya akan menyambangi kembali Gedung Cengkih, sebutan Kantor DPRD Sulut di Sario Manado ini, untuk mengkaji bersama setiap regulasinya dan peran Pemerintah Daerah dalam penutupan bisnis waralaba yang merugikan masyarakat ini.
“Kami sama-sama tegas menolak dan mendesak penutupan Indomaret di Sulut,” tambah Tielung yang juga seorang Advokat ini.
Bahkan dirinya juga mendesak Deprov dan Pemprov segera berupaya memanggil pihak PT. Indomarco Prismatama agar permasalahan ini selesai.
“Legislatif dan eksekutif harus segera memanggil pihak PT Indomarco Prismatama agar segera menutup seluruh outlet Indomaret di Sulut,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Lembaga Pemantau Penyelenggara Triaspolitika (LPPT) RI Perwakilan Sulut menuding anak perusahaan PT Indomarco Prismatama itu melemahkan UMKM dan menghambat pembangunan masyarakat mandiri terus bergulir serius.
Masyarakat pelaku usaha retail di Sulut, pedagang-pedagang yang memiliki warung sembako dan kebutuhan sehari-hari terus merugi akibat menjamurnya IndoMaret.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan mengawal masyarakat pelaku usaha agar Indomaret di tutup. Banyak kejanggalan yang ada. Dari proses perijinan hingga operasional banyak yang disulap,” ujar Tielung.
(ely)

