Jalan Minsel Terancam Gelap, PLN Klaim Pemkab Berhutang Rp 5,4 M
Jalan umum seperti ini di Kabupaten Minsel terancam gelap gulita di malam hari, karena pihak manajemen PT PLN (Pesero) mengklaim pemerintah setempat masih menunggak rekening lampu jalan sampai sebesar Rp.5,4 miliar. Foto: Andries Pattyranie

Jalan Minsel Terancam Gelap, PLN Klaim Pemkab Berhutang Rp 5,4 M

Amurang, Fajarmanado.com – Ini kabar tak sedap bagi warga Minahasa Selatan (Minsel). Di malam hari, jalan-jalan di wilayah ini akan gelap gulita, karena pihak PT PLN (Pesoro) Suluttenggo mengklaim Pemkab Minsel belum membayar hutang penerangan jalan sebesar Rp 5,4 miliar.

Plt Manager Rayon Amurang Giovanny K Tutuhatunewa tidak menampik hal tersebut.

“Hitungannya memang sampai sebesar itu. Sampai memasuki Januari 2017 ini,  Pemkab Minsel belum juga mengetor tunggakkannya. Ini bisa berakibat dan mengancam jalan raya di daerah ini akan gelap gulita,’ kata Giovanny kepada Fajarmanado.com di Amurang, Sabtu (7/1/2017).

Menurut Giovanny, pihanya sudah beberapa kali mengirim surat kepada Pemkab Minsel sekaligus menanyakan tunggakan tersebut. Namun belum juga ada itikad baik untuk dibayarkan.

“Apabila sampai akhir Januari 2017 belum juga dibayar, secara otomatis jalan raya di Minsel tak menikmati penerangan jalan alias gelap gulita. Kami terpaksa akan memutus aliran listrik,  khususnya untuk lampu-lampu jalan. Sebab PLN tidak mampu menanggung beban hutang yang besar,’’ jelasnya.

Sementara Manager PLN Area Manado Paultje Mangundap mengungkapkan, selain lampu jalan, sejumlah kantor (SKPD) di lingkungan Pemkab Minsel juga ternyata menunggak listrik.

“Jumlahnya memang tidak sebesar hutang Pemkab Minsel ke PT PLN yang tercipta dari lampu jalan. Namun, tetap harus masuk dalam tagihan. Bila juga tidak dibayarkan, maka lampu di SKPD-SKPD yang masih menunggak tersebut terpaksa pula akan diputuskan,” katanya.

Anggota DPRD Minsel, Maikel Sengkey mengaku kaget mendengar kabar ini. ‘”Wah, bukan main, Pemkab Minsel bisa berhutang sampai 5,4 miliar ke PT PLN. Itu bukan jumlah yang kecil,” paparnya.

Sengkey mempertanyakan kenapa Pemkab Minsel tidak segera membayarnya.

Ia pun mengaku heran DPRD Minsel tidak mengetahui persis jumlah atau total hutang listrik yang sudah membesar itu.

“Kalau itu benar, Pemkab harus segera mencari solusi untuk membayarnya,” pungkas Sengkey.

(andries)