Ratahan, Fajarmanado.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) berhasil melakukan berbagai gebrakkan dan lompatan-lompatan kerja nyata dalam pembangunan insftrastruktur, kesejahteraan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Gebrakan-gebrakan program yang diawali dengan menciptakan clean government sejak 2013, tahun pertama pemerintahan Bupati James Sumendap, Pemkab Mitra berhasil mencatat sederetan prestasi sampai tahun 2016.
Yang spektakuler dan mengejutkan berbagai pihak, setelah gebrakan pembangunan infrastruktur publik, baik jalan, sekolah, puskesmas, maupun pasar tradisional, di tahun ke tiga kepemimpinannya, Sumendap mengumumkan empat program yang menyentuh langsung kesejahteraan rakyat.
Ke empat program itu, adalah, pemberian beasiswa bagi siswa SMA dan mahasiswa Strata 1 sampai strata 3 untuk penyelesaian studi, santunan duka dan menaikkan tunjangan kinerja daerah (TKD) ASN dan tunjangan bagi para tokoh agama.
Kian mengejutkan lagi, nilai bantuan ke empat program yang telah ditata dalam APBD 2017 itu, nyaris belum diterapkan pemerintah daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Santunan duka, misalnya. Jika daerah lain hanya ditata di bawah angka Rp.1 juta, maka Pemkab Mitra menyisihkan sebesar Rp.7 juta kepada ahli waris dari setiap anggota masyarakatnya yang meninggal dunia.
Tunjangan tokoh masyarakat, juga relatif beda dengan daerah lain, yang hanya diberikan kepada pendeta atau ketua jemaatnya saja. Program yang digulirkan pula mulai tahun 2017 ini, juga diberikan secara merata kepada para ustat, vikaris dan guru agama.
Begitu pula untuk TKD ASN Mitra telah ditata meningkat drastis dari sebelumnya. Nilainya pun, bervariasi sesuai beban kerja, dari ratusan ribu sampai Rp.15 juta.
Program-program kerja yang terukur dari tahun ke tahun, yang diawali dengan mewujudkan clean geverment ini, menghantar Mitra memperoleh Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan untuk pertama kali bagi Pemkab Mitra.
Suksesnya penataan pemerintahan, yang dibarengi dengan pembangunan telah menghasilkan capaian yang membanggakan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia menunjukkan peringkat kemiskinan Kabupaten Mitra, kini naik jadi peringkat 6 dari sebelumnya peringkat 13 dari 15 kabupaten kota se Sulut.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM), juga ikut naik lima tingkat dari sebelumnya berada di peringkat 14 menjadi peringkat ke 8.
“Apa yang dilakukan oleh pemerintah tersebut bukan hanya slogan, melainkan buah dari kerja keras,” kata Bupati Sumendap pada sambutannya yang dibacakan di gereja-gereja, Minggu (1/1/2017).
Sepanjang tahun 2016, beberapa program dapat diformulasikan dalam rangka pemerataan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan masyarakat.
Program-program tersebut, antara lain, pertama, pembangunan kantor kecamatan dalam rangka mempermudah dan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Ke dua, pembangunan sarana dan prasaran penunjang dalam rangka menggerakkan ekonomi masyarakat, dengan membangun Pasar Inpres Tombatu, Pasar Tua Tombatu, Pasar Touluaan, Pasar Ratatotok, Plaza Ratahan.
Ke tiga, pembangunan jaringan air minum, pembangunan irigasi dan jalan usaha tani, ke empat, bantuan bibit pertanian dan perkebunan serta pemberian alat pertanian dan perikanan bagi kelompok tani dan nelayan.
Ke lima, di bidang kesehatan, mengadakan dua unit kendaraan rumah sakit keliling, pembangunan RSUD Mitra Sehat, pembangunan Puskesmas di Kecamatan Ratahan Timur, Ratahan, Tombatu, serta renovasi Puskesmas Belang, dan Ratatotok.
Ke enam, untuk peningkatan mutu pendidikan dengan perbaikan sarana pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu dan berprestasi, serta memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik.
Ke tujuh, pembangunan jalan desa yang sejak tahun 2013 sampai 2016, total jalan yang sudah dibangun mencapai 97%. Khusus tahun 2016 ini pembangunan dan peningkatan jalan mencapai 96,13 kilometer.
Ke delapan, untuk melengkapi prasarana olah raga, Pemkab Mitra membangun tribun-tribun olahraga di kecamatan dan menyelenggarankan berbagai even tingkat regional dan nasional.
Dalam perjalanan pembangunan selang 3 tahun lebih terakhir ini, Pemkab Mitra beberapa kali mendapatkan pengakuan berupa penghargaan dari pemerintah pusat, serta lembaga non pemerintah.
Tercatat, 11 penghargaan yang diterima sampai 2016. Yakni, penghargaan dari BKN terkait pelaksanaan perekrutan CPNS yang menggunakan sistem CAT. Mitra tercatat daerah pertama di Sulut yang menerapkan seleksi CPNS dengan sistem komputerisasi ini.
Deretan penghargaan lain, adalah, penghargaan Bakti Koperasi dari Kementerian Koperasi RI, Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI, Bintang Legiun LVRI, Penghargaan WTP dari BPK RI, Penghargaan Dari Duta Besar RI untuk Filipina Letjend (Purn) Jhonny Lumintang, Special Achievment MP Award dari Koran Harian Manado Post.
Selain itu, Penghargaan Kepala Daerah Inovatif dari Koran Sindo, Penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum-HAM RI, Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI terkait keberhasilan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi., dan Penghargaan Pembina Umum Karang Taruna.
“Apa yang telah kita capai ini bukan akhir dari proses, karena hal tersebut masih dan akan terus pemerintah lakukan untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat Minahasa Tenggara,” papar Sumendap.
Menyinggung soal dinamika politik menghadapi Pilkada 2018, Sumendap menilai kini mulai ada sejumlah pihak yang terkesan memberikan pendidikan politik yang keliru.
“Adanya janji-janji untuk merekrut lulusan SMA dan Sarjana sebanyak 5 orang dari lingkungan dan jaga untuk diangkat menjadi CPNS merupakan salah satu kebobongan besar,” tandasnya.
“Karena dalam hal pengangkatan CPNS harus mengikuti aturan yang berlaku, serta harus sesuai dengan mekanisme perekrutan dari pemerintah,” sambung Sumendap.
Bupati pun menghimbau kepada para tokoh-tokoh agama, masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam kebohongan yang menyesatkan, demi masa depan rakyat Mitra sendiri.
Pada kesempatan itu, Sumendap mengajak masyarakat Mitra untuk menatap tahun yang baru dengan penuh optimis dalam demi kemajuan daerah kita Kabupaten Minahasa Tenggara. “Salam Kasih Bagi Kita Semua,” pungkasnya.
(ely)

