Ratatotok, Fajarmanado.com – Polres Minsel terus bersikap responsif. Kendati baru saja menyita genset, konfresor dan dua karung koli bongkahan batu mengandung emas sehari sebelumnya, Rabu (28/12) malam polisi kembali melakukan razia di tambang emas ilegal Pasolo Padang, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra.
Jika sebelumnya sembilan warga penambang ‘dibiarkan’ di lokasi tambang, namun kali ini tim gabungan Polres Minsel mengamankan dan menggelandang 16 penambang ke Mapolres, Kelurahan Pondang, Amurang.
Ke-16 penambang liar ini berasal dari berbagai desa di Kecamatan Ratatotok, Mitra dan Kecamatan Tompasobaru, Minsel.
Operasi penertiban tambang ratatotok kali ini melibatkan ratusan personil gabungan dari Tim Opsnal Buser, Timsus Patola dan Tim Ranger Sabhara yang didukung perkuatan dari Polsek Rayon Mitra.
“Operasi tambang ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan warga yang mengeluhkan aktivitas penambangan liar di lokasi Tambang Emas Pasolo Padang Ratatotok,” ungkap Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana, SH, SIK, MSi.
Terpantau para penambang liar yang berhasil diamankan, saat ini telah berada di Polres Minsel untuk menjalani Proses Penyelidikan dan Penyidikan.

Berdasarkan hasil penggerebekan, 10 orang dari 16 penambang liar tesebut terancam dikenakan hukuman lebih berat karena terbukti membawa senjata tajam (Sajam).
Kapolres Arya Perdana saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Kamis (29/12) siang, menjelaskan bahwa dari ke-16 penambang liar tersebut, 10 orang diantaranya membawa Sajam berbagai jenis, mulai dari pisau, parang hingga samurai.
“Mereka yang memiliki, menguasai, membawa senjata tajam, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang Darurat No. 14 tahun 1951 pasal 2 (1), maka dikenakan sanksi yaitu ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegas Kapolres.
Ke-10 orang tersebut, adalah, berinisial MA (Maudy), JK (Jimmy), BW (Beny), JK (Jois), BS (Boby), RH (Rivo), WS (Wira), GT (Geraldo), RT (Rico) dan MS alias Melky.
“Sembilan orang merupakan warga Kecamatan Tompasobaru, sedangkan satu lainnya adalah warga Kecamatan Ratatotok,” ungkap anggota Tim Patola Brigadir Arswendo.
(andies/ely)

