Manado, Fajarmanado.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Thomas Trikasih Lembong, Rabu (28/12), menyambangi kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BKPMR Sulut di Manado.
Pada kesempatan tersebut mantan Menteri Perdagangan ini, melakukan dialog dengan sejumlah SKPD terkait kendala perijinan dalam proses investasi di Sulut.
Kepala BKPM Sulut, Linda Watania, menyampaikan hingga triwulan III di tahun 2016 ini, total investasi telah mencapai 148 persen dari target Rp.2 triliun yang ditetapkan bagi daerah ini.
“Saat ini target BKPM telah mencapai 148 persen hingga triwulan III,” ujar Watania.
Wantania selanjutnya mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya selama ini. Diantaranya, kata dia, terkait dengan ijin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA), di mana sering kurang koordinasi antara pusat dan daerah.
Sementara itu Kaban Bappeda, Roy Roring, Kadis Kehutanan, Herry Rotinsulu dan Kadis Nakertrans, Marcel Sendoh juga mengungkapkan sejumlah persoalan dan masukan untuk kemajuan investasi di daerah.
Sebagian besar persoalan muncul akibat kebijakan aturan yang berubah-ubah, perijinan di kehutanan dan persoalan tenaga kerja asing.
Menanggapi hal tersebut, Lembong mengatakan dirinya bersyukur bisa hadir di Manado dan mendapatkan banyak masukan terkait penanaman modal di daerah.
“Kami akan komunikasikan dengan sejumlah Menteri terkait mengenai masukan-masukan ini. Pada intinya semuanya baik bagi kemajuan perekonomian bangsa ini,” katanya.
Lembong mengapresiasi langkah-langkah dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) selama ini sehingga pertumbuhan ekonomi Sulut sangat baik bahkan bisa melebihi ekonomi nasional.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kadis Kehutanan, Herry Rotinsulu, Kaban Bappeda Roy Roring, Kadis Nakertrans, Marcel Sendoh, Kadishub, Joi Oroh, Kepala PTSP Roy Terok dan perwakilan BKPMR Kabupaten/Kota.
(ely)

