Amurang, Fajarmanado.com – Tahun 2016 segera berakhir namun anggota DPRD Minahasa Selatan (Minsel) belum melaksanakan masa reses ke tiga.
Sekretaris DPRD Minsel, Lucky US Tampi, SH tidak menampik bila para wakil rakyat di daerah ini belum melaksanakan agenda reses ke terakhir di tahun ini.
Tampi membenarkan bahwa sesuai amanat undang-undang, anggota dewan harus melaksanakan reses menjelang akhir tahun.
DPRD Minsel harus melaksanakan masa reses ke tiga tahun ini. Belum dilakukan karena belum diputuskan oleh Banmus (Badan Musyawarah) DPRD sendiri,” katanya kepada Fajarmanado.com di Amurang, Kamis (29/12).
Ia mengatakan, Banmus DPRD Minsel telah mengagendakan rapat khusus pada medio Desember lalu. Tapi, Tampi menolak memberi penjelasan apa yang menjadi masalah sehingga rapat Banmus tersebut belum dilaksanakan.
Sesuai amanat undang-undang, Tampi mengakui jika anggaran reses telah diplot untuk masing-masing anggota dewan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Mengenai besaran anggaran reses tiap anggota dewan, ia menolak mempublikasikannya. “Anggarannya sudah tersedia. Yang pasti, setiap anggota memiliki hak untuk menggelar masa reses ketiga di tahun 2016 ini,’’ ujar mantan Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Minsel ini.
Ditemui terpisah, anggota DPRD Minsel Djen Lamia dari Fraksi Golkar menyebut apa yang dikatakan Sekretaris DPRD Minsel benar.
“Kalau tidak diputuskan Bamus, maka masa reses tidak digelar. Kami sebagai anggota DPRD sangat berkeinginan untuk menyerap lebih banyak lagi aspirasi masyarakat melalui reses ke tiga ini,” paparnya.
Lamia mengatakan, di wilayah keterpilihannya, Dapil V Minsel, banyak aspirasi masyarakat yang diharapkan masuk dalam program pembangunan sepanjang tahun 2017 mendatang.
“Saya sudah mendengar berbagai harapan dan keluhan masyarakat, tapi akan lebih baik semua itu dijaring melalui forum resmi seperti saat melakukan pertemuan melalui reses,” tukas Lamia yang juga Ketua PK Golkar Tumpaan dan mantan Hukum Tua Matani ini.
Sementara itu, sejumlah warga menilai masa reses anggota DPRD Minsel sangat penting.
“Kenapa anggota dewan Minsel belum juga turun melakukan reses. Tahun 2016 akan segera berakhir tapi belum ada tanda-tanda akan dilaksanakan reses akhir tahun ini,’’ kata Mea Johanis, warga Kilometer Tiga.
Menurut Johanis, bahwa masa reses dalam rangka mendengar aspirasi masyarakat. Perlu diingat lagi, bahwa hasil dari masa reses untuk mendengar keluhan dan lain sebagainya agar supaya anggota DPRD Minsel bisa menampung semua masukan guna nantinya melalui APBD 2017 bisa dianggarkan.
‘’Dengan demikian, penting masa reses bagi anggota DPRD Minsel lantaran banyak anggaran yang disediakan untuk pembangunan fisik dan sarana lainnya justru tidak sesuai permintaan. Oleh sebab itu, masa reses diminta dilaksanakan walau tinggal beberapa hari kita akan merayakan tahun baru,’’sebutnya.
(andries)

