Pembebasan Lahan Lancar, Bendungan Kuwil Bisa Rampung 2019
Kondisi terkini pembanguan Bendungan Kuwil Kawangkoan. Foto: Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Pembebasan Lahan Lancar, Bendungan Kuwil Bisa Rampung 2019

Airmadidi, Fajarmanado.com  – Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres konstruksi fisik baru dua persen.

Dana yang disiapkan pemerintah untuk membebaskan 308 hektar lahan yang dibutuhkan adalah sebesar Rp.232 miliar dari APBN. Namun yang berhasil terbebaskan tahun ini telah seluas 128 hektar.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA)  Kementerian PUPR Imam Santoso menilai progres pembebasan lahan ini cukup lancar. Untuk itu, kata Santoso, pembebasan lahan yang lancar membuat bendungan ini ditargetkan rampung lebih cepat dari jadwal sebelumnya pada 2020 menjadi 2019.

Konstruksi bendungan senilai Rp 1,42 triliun ini, lanjutnya, sekarang meliputi pembangunan jalan akses masuk ke lokasi bendungan, pembangunan terowongan pengelak, dan intake.

“Ada bukit yang dikupas untuk pembangunan bendungan ini. Serta pembersihan tapak pegunungan (clearing). Itu juga sedang kami kerjakan,” katanya dalam siaran pers seperti Kementerian PUPR pada Senin (26/12).

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki daya tampung mencapai 23,37 juta meter kubik. Letaknya melintang di Sungai Tondano, sebelah hilir PLTA Tanggari II.

“Oleh sebab itu, bendungan ini berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 282,18 meter kubik per detik yang kerap terjadi di Manado dan sekitarnya,” kata Santoso.

Fungsi lain dari Bendungan Kuwil ini, menurutnya, adalah sebagai penyedia air baku untuk Manado, Kabupaten Minut, dan Kota Bitung dengan debit sebesar 4,5 meter kubik per detik.

Selain itu, Bendungan Kuwil juga digunakan sebagai penyedia energi listrik dengan kapasitas sebesar 1,2 megawatt, dan sebagai pengembangan pariwisata, khususnya di Kabupaten Minut.

Bendungan Kuwil Kawangkoan merupakan satu dari delapan bendungan yang konstruksinya dimulai pada 2016.

Tujuh bendungan lainnya adalah Way Sekampung di Lampung, Ladongi di Sulawesi Tenggara, Napu Gete di NTT, serta bendungan Ciawi, Cipanas, Leuwikeris, dan bendungan Sukamahi yang semuanya berada di Provinsi Jawa Barat.

(ely)