Jeffry Maramis Sebut Tim Saber Pungli Minsel Masih Kurang Garang
Jeffry H Maramis, STh

Jeffry Maramis Sebut Tim Saber Pungli Minsel Masih Kurang Garang

Amurang, Fajarmanado.com – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Minahasa Selatan (Minsel) sebagai respon bentukan Presiden Joko Widodo hingga kini belum menunjukkan hasil gemilang.

“Entah, apakah di Minsel sendiri sudah tidak ada lagi praktek pungli ataukah belum ada usaha maksimal dalam rangka pemberantasan dari Tim Saber Pungli di daerah ini,” komentar pengamat social Minsel, Jeffry H Maramis, STh.

Selama dibentuk, Tim Saber Pungli Kabupaten Minsel, yang merupakan kolaburasi lintas sektoral, Polres Minsel, Kejari Minsel dan Pemkab Minsel ini belum terkesan garang. Yang sempat ditangkap tangan baru penyaluran beras miskin (Raskin).

“Lainnya, belum ada yang terdengar padahal banyak praktik pungli yang masih dilaporkan terjadi di daerah ini,” ujarnya kepada Fajarmanado.com di Amurang, baru-baru ini.

Keluhan-keluhan pungli itu santer disebut terjadi sektor pelayanan publik, antara lain, di pasar, terminal, pelayanan perizinan maupun di Samsat dan sekolah-sekolah.

Di terminal dan pasar, penarikan retribusi tidak disertai dengan karcis sesuai dengan nominal uang yang disetor. Di sekolah, selain masih juga ada permintaan biaya atau bahan maupun barang untuk praktik, juga permintaan setoran kembali sebagian dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).

‘Kalau di Samsat, mungkin karena regulasinya yang membebani syarat yang sulit dipenuhi pemohon perpanjangan STNK terhadap kendaraan yang telah berpindah tangan tapi belum dibalik nama, sehingga pemohon menawarkan uang supaya dilayani,” ujarnya.

Praktek ini, selain bisa dikategorikan gratifikasi juga merugikan atau menutup peluang penerimaan pendapatan asli daerah melalui pajak bagi hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB).

Maramis mengakui, pembentukan tim Saber Pungli telah membuat banyak oknum petugas menjadi was-was. “Kalau pungli di jalan sudah tidak pernah terlihat lagi. Kalau toch ada, tidak lagi sevulgar waktu lalu,” paparnya.

Namun demikian, lanjutnya, di tempat pelayanan publik lainnya bisa diduga masih juga berlangsung tapi sudah sangat rapi dan terkesan ditawarkan sendiri masyarakat agar mendapat pelayanan yang super cepat.

“Di sinilah peran tim Saber Pungli. Saber Pungli harus menyebarkan tim investigasi dan tim bayangan ke tempat-tempat pelayanan publik yang masih berpotensi terjadi pungli supaya mendapat hasil dan terlihat bekerja, bukan hanya slogan,” paparnya.

(andries)