Amurang, Fajarmanado.com – Dalam rangka peningkatan produksi pertanian serta menjaga kestabilan harga, Pemkab Minsel berencana mengembangkan system Green House.
Langkah awal, lokasinya berada di depan Kantor Bupati Minsel, jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pondang.
Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE memastikan Kabupaten Minsel akan mengalami perubahan dari segi pengembangan system pertanian jika memanfaatkan teknologi green house seperti di negara-negara maju, seperti Jepang, Amerika, Australia dan negara-negara di benua Eropa.
“Untuk memajukan sektor pertanian kita dituntut harus berinovasi. Salah satunya, akan kita kembangkan system Green House atau popular lebih dikenal dengan sebutan rumah kaca,” ujar bupati Tetty, sapaan akran Bupati Minsel ini belum lama.
Menurut bupati tercantik di Indonesia ini, system ini dikembangkan karena sangat cocok di wilayah Minsel. Selain meminimalkan penggunaan lahan, juga nantinya akan dapat mengatur waktu tanam sehingga hasil pertanian tidak tergantung musim tapi keinginan pasar.
Penggunaan system Green House, kata Ketua DPD II Partai Golkar Minsel ini, tidak murah tapu butuh modal yang besar. “Pemkab akan memberi suntikan bantuan bagi petani Minsel yang ingin menggunakan system Green House tersebut,’’ jelasnya.
Dijelaskannya lagi, pada prinsipnya, Pemkab akan membantu secara optimal memajukan sektor pertanian. Kalau melalui APBD tidak akan cukup, akan memperjuangkan melalui APBN atau langsung melakukan lobi di kementerian terkait.
Pemkab juga tak tertutup kemungkinan akan menggandeng pihak swasta untuk ikut berpartisipasi dalam program system Green House tersebut.
“Pada prinsipnya, program ini dipastikan akan berjalan. Sebab, salah contoh telah dilakukan pencanangan di kebun yang ada didepan Kantor Bupati Minsel,’’ tegas bupati Minsel yang akrab dengan warga ini.
Senada dikatakan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Minsel, Frans D Tilaar, SP MSi. Katanya, sistem Green House atau rumah kaca memiliki banyak keuntungan. Salah satunya dapat menanam tanaman hortikultura diluar musim.
“Ini sangat menguntungkan lantaran pada saat pacekklik biasanya harga akan naik berlipat. Sedangkan melalui system green house tetap dapat sukses disaat tanaman yang ditanam sedang jatuh,’’ katanya.
Tilaar juga menjelaskan, sistem Green House memiliki tiga keuntungan. Pertama, tanaman dapat berproduksi secara kontinyu dan berkesinambungan sepanjang tahun. Kedua, penggunaan air, pupuk maupun pestisida lebih efisien, baik dalam dosis penggunaan waktu maupun tempat.
“Dan ketiga, resiko tanaman untuk terjangkit penyakit lebih kecil karena lingkungan green house tidak secara langsung maupun tidak telah terlindung dari lingkungan luar,’’ jelas Kepala Dinas Kehutanan Minsel ini.
(andries)

