Tondano, Fajarmanado.com – Menyikapi situasi yang berkembang di tanah air akhir-akhir ini, Kodim 1302 Minahasa, Pemkab dan Polres Minahasa menggelar kegiatan “Nusantara Bersatu” di Sasaran Tondano, Rabu (30/11) pagi tadi.
Mengusung tema Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Kita Bersama, ribuan peserta memadati gedung Wale ‘Ne Tou, tempat pelaksanaan acara yang digelar serentak secara nasional di Kabupaten Minahasa.
Selain dihadiri pimpinan lintas agama, ormas adat dan pemuda, juga para hukum tua 227 desa, 43 lurah, 25 camat dan unit pelaksana teknis Diknaspora, para Kapolres dan Danramil, juga pengurus Tim Penggerak PKK dan para siswa.
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow, MSi dalam orasinya mengajak kepada seluruh rakyat Minahasa untuk tetap bersatu menjaga keutuhan NKRI, baku-baku sayang, baku-baku bae deng baku kase inga bahwa Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita bersama, karena torang semua satu.
“Bela Nusantara ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan tujuan agar Nusantara bersatu melawan radikalisme. Di Minahasa terdapat berbagai ras, golongaj dan agama, tapi namanya keharmonisan sangat terasa di Minahasa,“ ujar JWS, sapaan akrab Bupati Minahasa ini.
Dikatakan, dalam upaya mempertahankan NKRI, segenap elemen bangsa harus menjaga dan menegakkan terus Bhineka Tunggal Ika.
“Mari kita satukan visi ke depan agar bangsa ini tetap kuat, tetap bersatu. Mari tetap bersatu, Pancasila tetap kokoh. Mari kita sama-sama membela bangsa menjadi bangsa yang besar,” ajak JWS, yang tampil mengenakan pita Merah Putih yang dilingkarkan di kepalanya ini.
Mengatasnamakan orang Minahasa, Bupati JWS menyampaikan pernyataan sikap bahwa demo tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta, harus menjadi demo damai dan tidak merusak fasilitas negara, apalagi menimbulkan tindakan-tindakan yang menjurus anarkis.
Hadir dan memberi semangat kebangsaan pada acara itu, juga Forkompinda Minahasa, jajaran pejabat Pemkab dan anggotaDPRD Minahasa serta jajaran Polres dan Kodim 1302 Minahasa.
(den)

