Keluarkan Maklumat, Kapolda : Tak Bermaksud Memasung Demokrasi di NKRI
Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Ormas di Sulut Kamis (24/11) pagi tadi. (Foto : Fred/Fajarmanado)

Keluarkan Maklumat, Kapolda : Tak Bermaksud Memasung Demokrasi di NKRI

Manado, Fajarmanado.com – Kepala Polisi Daerah Sulawesi Utara (Kapolda Sulut), Irjen Pol Drs Wilmar Marpaung SH mengeluarkan Maklumat tentang Penyampaian Pendapat Dimuka Umum. Maklumat Kapolda Sulut nomor : MAK/01/XI/2016 ini bertujuan untuk demi terwujudnya Keamanan dan Kedamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa/Negara Kesatuan Republik Indonesia di Wilayah Polda Sulut.

Hal ini disampaikan Marpaung Rabu (24/11) pagi saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Sulawesi Utara di ruang CJ Rantung kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.

maklumat-kapolda002-fajarmanadoRapat ini sendiri dilaksanakan dalam rangka koordinasi pematangan pelaksanaan Apel Nusantara yang akan dilaksanakan pada tanggal Rabu (30/11) pekan depan di lapangan Sario Manado.

“Maklumat yang saya keluarkan ini bukan untuk memasung kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum dan kebebasan berdemokrasi di bumi Nyiur Melambai,” jelas Marapaung.

Maklumat ini, lanjutnya, adalah salah satu upaya Polda Sulut memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif serta untuk mewujudkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat di wilayah hukum Polda Sulut.

“Sama sekali tidak bermaksud mengekang kebebasan berdemokrasi,” tegas Marapung lagi.

Menurut Marpaung, sepanjang proses penyampaian pendapat di muka umu dilaksanakan sesuai undang-undang, pihaknya tidak akan membatasi.

“Sepanjang proses penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, kami tidak membatasi. Tapi alangkah baiknya kita rubah caranya, misalnya dengan melalui surat pernyataan sikap yang diberikan ke Gubernur dan selanjutnya akan diteruskan ke pemerintah pusat,” saran Marpaung.

Marpaung juga menjelaskan, terkait pelaksanaan aksi demo tanggal 25 November di Jakarta, dirinya menyarankan agar masyarakat Sulawesi Utara tidak ikut terprovokasi. Karena menurut Marpaung, sesuai informasi dari intelijen mabes Polri, akan ada tindakan makar pada demo tanggal 25 November nanti.

“Untuk demo tanggal 25 November di Jakarta nanti, masyarakat Sulut jangan mudah terprovokasi. Sudah ada informasi dari intelijen mabes Polri, bahwa akan terjadi makar pada pelaksanaan demo nanti dan pihak kepolisian bersama TNI sudah lebih dulu melakukan antisipasi,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Sulut untuk tidak ikut mengomentari proses pemilihan Gubernur (PilGub) DKI Jakarta. Karena menurut Marpaung, proses PilGub di DKI Jakarta adalah urusan orang Jakarta.

“Mari kita tetap jaga kondisi Sulut yang aman. Urusan PilGub DKI Jakarta adalah urusan orang Jakarta. Nggak perlu kita terpengaruh dan men-share berita-berita terkait berita Pilgub DKI di media sosial (medsos). Sulut Sulit di Sulut karena Solid,” kunci Marpaung.

(Fred)