Presiden Joko Widodo: Jangan Terus Politik
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (22/11) malam. (Foto: Kris/Setrpres)

Presiden Joko Widodo: Jangan Terus Politik

Jakarta, Fajarmanado.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengakui bahwa suhu politik di tanah air akhir-akhir ini sedikit memanas. Sebetulnya di setiap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) wajar bila tensinya sedikit hangat, walaupun harus diakui di Jakarta memang sedikit istimewa.

“Biasa, sangat biasa. Tetapi karena banyak sekali faktor-faktor yang lain, yang sebetulnya Pilkada ini tidak hanya di DKI saja, ada 101 satu pilihan bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (22/11) malam.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyindir kebiasaan sejumlah media yang menurutnya kadang-kadang lucu. Presiden Jokowi memberi contoh saat dirinya bertemu dengan Prabowo, menurutnya, mestinya yang ditanyakan yang substansi, yang paling penting dalam misalnya dalam masalah politik kebangsaan atau ketatanegaraan kita.

Namun,  menurut Presiden, justru yang ditanyakan oleh media, “Pak tadi makannya lauknya apa?” Saya sudah, “Apa ini yang mau saya…”. Tanyanya “Pak tadi lauknya apa”. Saya jawab “ikan bakar”.

Ketemu tokoh yang lain ditanyakan, “Kemarin kan ikan bakar Pak, yang tadi makan apa Pak?”. “Makan bakmi godhog”. Karena memang yang ditanyakan itu, yang saya jawab itu.

Menurut Presiden, sebetulnya banyak hal-hal yang sangat substansif yang dibicarakannya pada saat bertemu, baik bertemu Megawati Soekarnoputri,  Prabowo Subianto, bertemu dengan Surya Paloh, kemudian dengan Pak Romi (Romahurmuzy), dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Disampaikan Presiden, dirinya sebenarnya  biasa makan siang, makan malam dengan para tokoh itu. Hanya ada yang dibuka dan yang kebanyakan yang tertutup,. Tetapi karena ini perlu dibuka agar masyarakat juga tahu, bahwa  dirinya ini sudah berbicara dengan ketua-ketua partai, sudah mengunjungi misalnya markas-markas TNI dan Polri.

“Ini agar memberikan ketenangan pada kita dalam rangka mengejar ketertinggalan kita, pembangunan kita dengan negara-negara yang lain. Jangan malah kita disibukkan terus dengan tensi politik yang sedikit hangat pada 1-2-3 minggu ini. Sehingga urusan politik kita tinggalkan dulu, tidak usah,” tutur Presiden Jokowi.

Sekedar Informasi, Pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016 itu dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua DPR RI Ade Komarudin, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.[irp]

(setkab)