Lintas Agama, Adat dan Pemuda Minahasa Sepakat NKRI Harga Mati
Dandim Letkol Czi Moh Andhy Kusuma, S.Sos, MM dan Kapolres AKBP Syamsubair, SIK sibuk mencatat masukan pada acara Silahturahmi Kodim 1302 Minahasa dengan komponen masyarakat Minahasa di Tondano, Selasa (22/11). Foto: Valentino Tumewu.

Lintas Agama, Adat dan Pemuda Minahasa Sepakat NKRI Harga Mati

Tondano, Fajarmanado.com – “NKRI Harga Mati!” Pekik para peserta Silahturahmi jajaran Kodim 1302 Minahasa dengan segenap elemen tokoh agama, adat dan ormas Kabupaten Minahasa di Aula Makodim, Sasaran, Tondano, Selasa (22/11).

Acara yang berlangsung serius ini dihadiri para perwakilan tokoh agama Islam dan Kristen, juga sejumlah ormas adat dan ormas pemuda, yakni Brigade Manguni Indonesia (BMI) Laskar Manguni Indonesia (LMI), Milisi Waraney, serta KNPI Minahasa dan Generasi Penerus Minahasa Tengah (GP Minteng).

Dalam pemaparannya, setiap perwakilan tokoh agama, tokoh adat dan ormas pemuda, semua lantang menyuarakan menolak dengan tegas paham radikalisme.

Paham radikalisme harus dicegah bersama supaya tidak tumbuh dan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena tidak sejalan dengan Pancasila dan Bineka Tunggal Ika sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dandim Letkol Czi Moh , S.Sos, MM dan Kapolres  AKBP Syamsubair,SIK yang duduk di meja pimpinan sepanjang acara itu tampak terus serius mendengar dan mencatat.

Kegiatan ini sendiri  adalah untuk mengkomunikasikan isu-isu yang berkembang saat ini di tanah air. Salahsatu di antaranya,  mulai merembtnya situasi politik yang memanas di ibukota  ke daerah-daerah.

Dandim Andhy Kusuma sebelumnya mengatakan, ada sekitar enam isu sentral yang selalu dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggungjawab untuk memecahbelah  NKRI, yakni aksi terorisme, Paham Radikal, ISIS, Keseimbangan Perekonomian dan  Cyber Crime.

Selain itu, ada juga isy global yang digunakan dan menjadi ancaman serius terhadap keutuhan NKRI,  seperti konflik Laut China Selatann dan keberadaan pasukan AS di Darwin Australia.

“Isu-isu ini semua yang sebenarnya menjadi ancaman utama perpecahan NKRI sehingga harus terus kita waspadai bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Syamsubair mengingatkan semua elemen masyarakat untuk  saling menghargai perbedaan baik suku, agama, ras dan golongan yang telah terbina dan terjalin harmonis selama ini.

Kerukunan antarumat beragama, katanya, harus dibina dan dijaga karena bisa menjadi  modal dasar dan utama untuk menangkal isu-isu lokal maupun global yang bakal menyulut perpecahan.

Dikatakan, saling menghormati antarsesama meskipun berbeda suku, agama dan golongan merupakan prinsip kehidupan manusia yang memiliki hak untuk hidup tenang, aman, nyaman dan damai dalam perbedaan karena sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial.

Syamsubair juga mengatakan, setiap manusia yang hidup dalam NKRI harus mendapat perlakuan yang sama oleh negara, termasuk di mata hukum.

“Marilah kita untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan yang disebarkan orang-orang yang tak bertanggungjawab,” imbuh.

Kapolres mengharapkansemua elemen masyarakat di Minahasa agar dapat berperan aktif memberikan pembinaan dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjebak dengan isu-isu berbau provokatif yang merusak keharmonisan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(ely)