Hebat! Pemkab Mitra Jawab Wujudkan ‘Tuntutan’ Industri Kecil Sulut
Dra Marie Makalow

Hebat! Pemkab Mitra Wujudkan ‘Tuntutan’ Industri Kecil Sulut

Ratahan, Fajarmanado.com – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup dikenal dengan produk aneka jenis olahan kuliner khas daerah. Namun hasil industri kecil rumahan ini tak bisa berkembang karena tidak didukung dengan kemasan standar.

Di setiap pelatihan yang digelar jajaran Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), desakan terus saja muncul dari jajaran pelaku industri kecil rumahan supaya pemerintah membangun pabrik rumah kemasan di daerah ini.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pasar (Disperindagkop UMKM & Pasar) Dra Marie Makalow menyatakan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah menyetujui permohonan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Minahasa Tenggara (Mitra), yakni menghadirkan rumah kemasan.

“Anggaran yang kami usulkan Rp.2,9 miliar namun yang disetujui Rp2.050.000.000,” ungkap Makalow kepada Fajarmanado di Ratahan, Senin (21/11).

Makalow mengatakan, rumah kemasan dimaksud adalah sebuah lokasi yang dikelola pemerintah dengan masyarakat di dalamnya untuk membuat kemasan produk-produk olahan asli daerah.

“Seperti kemasan keripik ataupun makanan ringan yang bisa kita jumpai di wilayah Pangu. Lokasi pembangunannya sudah disiapkan dan kemungkinan besar akan dilaksanakan dilaksanakan 2017 nanti,” pungkasnya.

Pembangunan rumah kemasan di Mitra ini, mendapat respon sangat positif dari kalangan pelaku industri kecil, koperasi dan pedagang, bukan saja dari warga Mitra tetapi juga warga daerah lain di Provinsi Sulut ini.

Marlon Mongdong, misalnya. Pedagang pengumpul kacang sangrai Kawangkoan ini mengatakan, kehadiran rumah kemasan di daerah ini telah lama diharapkan para pelaku bisnis produk kuliner khas daerah.

“Selama ini saya harus membeli langsung di Pulau Jawa. Selain harganya relatif mahal, untuk memesan kemasan langsung dari rumah kemasan di Jawa harus menyediakan modal minimal 25 juta (rupiah) karena harus dalam bentuk stok yang banyak,” katanya.

Kacang Sangrai Mona, milik Mongdong memang telah menembus pasaran nasional. Di sejumlah gerai di Jakarta dan Bandung, bisa ditemukan kacang sangrai dalam kemasan plastik transparan bertuliskan Kacang Sangrai Mona.

Begitu pun dengan kacang sangrai berlabel Tarsius, milik Yenny Polla. “Apa benar. Kalau begitu cosh kami bisa ditekan karena pasti harganya lebih murah,” komentar pengusaha kecil yang telah malang melintang mengikuti pelatihan dan pameran industri kecil di tanah air ini.

Kehadiran rumah kemasan di Mitra ini dipastikan akan semakin menggairahkan industri rumah olahan di daerah ini. Selain produknya bisa bertahan lebih lama, juga akan semakin laris manis karena di mata konsumen terjamin higenisnya.

“Pembangunan rumah kemasan ini merupakan langkah Pemkab Mitra untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, terutama industri rumah olahan agar benar-benar akan memberi manfaat langsung dan warna tersendiri dalam dunia pariwisata di daerah ini,” ujar Malakow.

(geri)