Gaet Wisatawan Dunia, Pemkab Mitra Andalkan Ini
Berty Wariki

Gaet Wisatawan Dunia, Pemkab Mitra Andalkan Ini

Ratahan, Fajarmanado.com – Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) memiliki destinasi wisata alam yang cukup eksotis sehingga menarik minat wisatawan.

Meski belum didata secara ril, indikatornya tergambar jelas dari ramainya turis asing dan domestik yang berkunjung di wilayah ini, baik di waktu libur maupun hari kerja.

Gaet Wisatawan Dunia, Pemkab Mitra Andalkan Ini
Berty Wariki

“Kalau dulu hampir tidak ada bule (orang asing) yang terlihat di sini, kini tiap hari kita bisa bertemu dengan mereka di objek-objek wisata dan pusat-pusat kuliner di daerah ini,” kata Adry Gara.

Pesona wisata Mitra telah menjadi magnit tersendiri. Bukan hanya Pantai Lakban, yang telah ditata dan dipoles pemerintah daerah yang disasar para wisatawan, tetapi juga objek-objek wisata lain. Seperti Pantai Moinit, Pantai Dodap dengan pasir putihnya dan objek wisata Dodoku Aer Konde, yang eksotis.

Selain sederetan destinasi wisata tersebut, Mitra segera memiliki objek wisata yang semakin eksotis lagi, yakni Kebun Raya Megawati Soekarno Putri dengan luas mencapat 179, 70 hektar.

 “Akan ada anggaran ratusan miliar yang akan masuk untuk membangun kebun raya tersebut,” kata Bupati James Sumendap, belum lama ini.

Kawasan eks tambang emas PT Newmoth Minahasa Raya (NMR) ini, pasca reklamasi telah menjelma menjadi hutan tanaman tropis dengan aneka jenis tumbuh di atasnya.

Tak kurang dari 180 ribu batang pohon dari sekitar 15 jenis ditanam di sini. Dari tanaman keras seperi Jati, Mahoni, Cempaka, Sengon, Akasia hingga tanaman keras yang menghasilkan buah seperti, Durian, Nangka, Jambu Mete hingga Mangga.

Menurut  pantauan tahunan Tim Peneliti Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado, ditemukan 155.814 pohon tumbuh baik di hutan reklamasi.

Pohon-pohon itu terdiri dari 145 spesis dari 59 famili. Ada 109 spesis burung bermigrasi dan menetap, dan hingga saat ini ada sekitar 91 jenis burung dan hewan lainnya yang telah kembali menghuni kawasan hutan ini.

Hewan-hewan tersebut, antara lain, Kadalan Sulawesi (phaenicophaeus calyohyncus), Yellow-Sided Flowerpeckers (dicaeum aureolimbatum) dan Rangkong Sulawesi (aceros cassidix), bahkan Monyet terkecil Sulawesi (tarsius spektrum) juga ditemui hidup di hutan reklamasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minsel melalui Sekretaris Dinas, Berty wariki, mengatakan, pariwisata Mitra sangat unik sehingga mulai mendapat perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Apalagi kalau Kebun Raya Megawati Soekarno Putri sudah selesai ditata dan dilengkapi sarana pendukung, pasti akan semakin menjadi daya pikat tersendiri para wisatawan berkunjung di daerah ini,” ujarnya.

“Kebun Raya Megawati Soekarno Putri inilah yang akan kami jadikan andalan untuk menggaet wisatawan dunia,” sambung Wariki.

Disamping kebun raya, lanjutnya, Pemkab Mitra juga akan semakin serius melakukan penataan objek-objek wisata yang sudah ada dan dikenal masyarakat mulai tahun 2017 mendatang.

“Pak Bupati sudah berkali-kali mengatakan agar kita semua harus siap menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan di Mitra mulai tahun depan. Makanya, berbagai program penataan objek wisata telah masuk dalam APBD 2017,” pungkasnya.

(*geri/ely)