Apel Doa NKRI Sulut
Massa membakar Foto Ketua Umum Front Pembela Islam Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Anggota DPR RI Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Ahmad Dhani , Kamis (17/11). (Foto : Fred/Fajarmanado)

Apel Doa NKRI di Sulut dan Foto Rizieq pun Dibakar

“Indonesia harus tetap aman. Kita tolak ormas-ormas radikal yang mengganggu keutuhan NKRI. Tolak keberadaan ormas radikal di Bumi Sulawesi Utara. Tangkap para penghina presiden Indonesia. NRI harga mati,” tegas Ketua Umum DPP Minaesaan Tombulu Sulawesi Utara Jhonny Sondak yang sontak disambut pekik “I Yayat U Santi” dari semua peserta aksi.

Apel Doa NKRI Sulut
Foto Ketua Umum Front Pembela Islam Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Anggota DPR RI Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Ahmad Dhani dibakar massa, Kamis (17/11). (Foto : Fred/Fajarmanado)

‘I Yayat U Santi’ bahasa Minahasa yang memiliki arti simbolis “Angkatlah Acungkanlah Pedang mu’ atau sama artinya ‘Angkatlah Kebenaran’. Kata ini sering digunakan di kala perang Minahasa kuno dulu.

“Kami masyarakat Sulawesi Utara, menolak secara tegas keberadaan ormas-ormas yang berpaham radikal di bumi Indonesia juga Sulawesi Utara. Tangkap dan proses hukum orang-orang yang telah melakukan penghinaan ke kepala negara, lanjut Kumendong lagi,” tegas Panglima Laskar Kabasaran Noldy Kumendong dalam orasinya.

Sementara itu Ketua DPD Pemuda Pancasila Sulut Paulus MP dalam kesempatan ini juga menyampaikan agar keamanan dan ketertiban di Indonesia bisa di jaga bersama.

Sebelumnya, dalam melakukan aksinya, massa juga membakar foto Ketua Umum Front Pembela Islam Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Anggota DPR RI Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Ahmad Dhani.

Massa mencabik-cabik dan membakar foto Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) ini. Aksi ini sebagai simbol ketidaksepahaman mereka terhadap aksi yang dilaksanakan ormas-ormas Islam yang berpaham radikal pada Jumat (04/11) lalu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Drs. Stevanus Vreeke Runtu mewakili DPRD Sulut mengatakan, negara Indonesia di dirikan bukan hanya oleh satu golongan, tapi berdiri atas persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia.

Selanjutnya, Kapolda Sulut Irjen Pol. Drs Wilmar Marpaung, SH secara khusus mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua elemen masyarakat adat Sulut yang mengikuti Apel Doa NKRI ini.