Tomohon, Fajarmanado.com – Dalam upaya memperkokoh jati diri, integritas dan citra gereja, maka Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) akan melaksanakan temu pelayanan bersama pasukan khusus Panji Yosua.
Puluhan ribu orang dipastikan akan menghadiri acara yang akan dilaksanakan pada Sabtu 26 November 2016, pekan depan, di gedung Wale Ne Tou Sasaran Tondano.
“Yang diundang hadir, semua aras PKB GMIM dengan Panji Yosua yang tersebar di Manado, Bitung dan Minahasa raya,” kata Ketua PKB Sinode GMIM Pnt Ir Stefanus BAN Liow didampingi Sekretaris Pnt Herwyn Malonda,SH MPd dan Panglima Panji Yosua PKB GMIM Bryan Waleleng, SH di Tomohon, Rabu (16/11).

Puluhan ribu peserta diperkirakan bakal menghadiri acara akbar tersebut. Selain para pengurus PKB yang tersebar di 900 lebih jemaat, juga semua personil Panji Yosua yang berasal dari semua aras gereja terbesar ke dua di tanah air ini.
Dalam Gelaran pertemuan ini nanti, kata Stefa, akan dideklarasikan pernyataan sikap PKB GMIM dengan pasukan Panji Yosua untuk tetap berkomitmen menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai harga mati.
“Selain NKRI harga mati, PKB GMIM dan Panji Yosua juga akan menyatakan sikap tegas menolak paham radikalisme, kekerasan dan intoleransi Pancasila,” ungkap senator DPD RI utusan Provinsi Sulawesi Utara ini.

“Kebhinekaan Tunggal Ika harus mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah kemajemukan yang telah ada dan terjalin harmonis di NKRI ini. Jangan dicabik-cabik hanya untuk kepentingan kelompok tertentu,” sambungnya.
Menurut Stefa, pertemuan ini sangat penting sebagai wujud dari tekad dan komitmen di tengah kehidupan bergereja, berbangsa dan bernegara.
“Makanya, sangat diharapkan kehadiran teman-teman PKB, datang dengan kekuatan penuh, mulai dari pengurus dan pasukan khusus Panji Yosua bersama komisi PKB, mulai dari aras jemaat, wilayah sampai sinode untuk menghadiri pertemuan ini,” ungkap Liow.
(den)

