Tompaso, Fajarmanado.com-Arena Pacuan Kuda Tompaso Kabupaten Minahasa merupakan tempat pacuan kuda kebanggan warga Sulawesi Utara (Sulut), dan tidak jarang event daerah maupun Nasional digelar didaerah yang dikenal sarat dengan budaya ini.
“Arena Pacuan Kuda merupakan potensi wisata yang bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Tompaso dan pemerintah, namun sayangnya potensi wisata ini belum dilirik pemerintah setempat sebagai salah satu unggulan pariwisata,” terang Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Hanny Pantouw.
“Seharusnya pemerintah bisa menata dengan memperindah area pacuan, seperti membuat taman di tengah lintasan pacu, atau memperbaiki lintasan pacu menjadi lebih bonafide,”paparnya.
Menurut dia, kegiatan pacuan kuda merupakan kegiatan yang kerap digelar di kawasan wisata Tompaso. Dengan fasilitas arena pacuan yang representatif akan menjadi daya tarik dan kalender wisata di sana. “Jika dikemas sebaik mungkin, Saya yakin para turis mancanegara sangat tertarik akan pacuan kuda, ”terangnya.
“Lokasi lintasan yang berada di pinggir perkebunan masyarakat sekitar, memberikan nuansa eksotik bagi arena pacuan kuda dimana lokasinya berdekatan dengan obyek wisata Batu Pinabetengan, dan tentunya obyek itu diprediksi akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Pantouw.
Pacuan kuda menjadi destinasi baru, maka keberadaan arena pacuan kuda itu, selain menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar, diprediksi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Minahasa.
Ia berharap dukungan dari stakeholder atau pemangku terkait. Salah satunya Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan di sirkuit pacuan Tompaso Minahasa.
“Yaa, sekurang-kurangnya 2 bulan sekali, bisa digelar turnamen atau kejuaraan kuda pacu, dengan demikian bisa terjadi multiplayer effect, bagi warga dan pemerintah setempat,” tutupnya.
Tompaso, Fajarmanado.com-Arena Pacuan Kuda Tompaso Kabupaten Minahasa merupakan tempat pacuan kuda kebanggan warga Sulawesi Utara (Sulut), dan tidak jarang event daerah maupun Nasional digelar didaerah yang dikenal sarat dengan budaya ini.
“Arena Pacuan Kuda merupakan potensi wisata yang bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat Tompaso dan pemerintah, namun sayangnya potensi wisata ini belum dilirik pemerintah setempat sebagai salah satu unggulan pariwisata,” terang Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Hanny Pantouw.
“Seharusnya pemerintah bisa menata dengan memperindah area pacuan, seperti membuat taman di tengah lintasan pacu, atau memperbaiki lintasan pacu menjadi lebih bonafide,”paparnya.
Menurut dia, kegiatan pacuan kuda merupakan kegiatan yang kerap digelar di kawasan wisata Tompaso. Dengan fasilitas arena pacuan yang representatif akan menjadi daya tarik dan kalender wisata di sana. “Jika dikemas sebaik mungkin, Saya yakin para turis mancanegara sangat tertarik akan pacuan kuda, ”terangnya.
“Lokasi lintasan yang berada di pinggir perkebunan masyarakat sekitar, memberikan nuansa eksotik bagi arena pacuan kuda dimana lokasinya berdekatan dengan obyek wisata Batu Pinabetengan, dan tentunya obyek itu diprediksi akan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Pantouw.
Pacuan kuda menjadi destinasi baru, maka keberadaan arena pacuan kuda itu, selain menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar, diprediksi mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Minahasa.
Ia berharap dukungan dari stakeholder atau pemangku terkait. Salah satunya Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan di sirkuit pacuan Tompaso Minahasa.
“Yaa, sekurang-kurangnya 2 bulan sekali, bisa digelar turnamen atau kejuaraan kuda pacu, dengan demikian bisa terjadi multiplayer effect, bagi warga dan pemerintah setempat,” tutupnya.
(aji)

