Tareran, Fajarmanado.com – Hujan deras berkepanjangan yang melanda wilayah Minahasa Selatan (Minsel) belakangan ini menyebabkan jalan penghubung Desa Rumoong Atas-Tumaluntung ambruk.
Meski belum putus total, namun ruas jalan yang jadi nadi perekonomian utama dari dan menuju Desa Tumaluntung itu tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda dua.
“Melihat kondisi ini, sudah tidak bisa lagi dilalui mobil kecuali sepeda motor,” kata Camat Tareran, Jootje Rumangu, Senin (7/11).
Rumangu langsung meninjau lokasi longsor ketika mendengar laporan masyarakat. Meski hujan masih mengguyur, dia nekad memantau langsung keberadaan ruas jalan beraspal tersebut.
Yang memiriskan, bagian jalan ambruk bersama tanggul yang baru saja dibangun tahun 2016 ini.
“Jadi bisa dipastikan, tanggul ini hanya dibuat asal-asalan. Tampak kokoh tapi konstruksinya tidak kuat sampai ambruk hanya karena hujan,” ujarnya.
“Anda lihat saja sendiri, hampir tidak ada lagi material tanggul yang tersisa,” sambungnya.
Menurut Rumangu, hujan deras yang melanda Minsel dan sebagian besar wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dalam beberapa hari terakhir, tidak hanya mengambrukkan tanggul dan jalan penghubung pusat Kecamatan Tarenan dengan Desa Tumaluntung.
“Terdapat sejumlah jalan di Kecamatan Tareran yang mengalami longsor,” katanya.
Rumangu kemudian menghimbau masyarakat pengguna jalan untuk waspada dan hati-hati melintasi jalan di wilayahnya.
“Kondisi topografi Tareran yang agar berbukit-bukit, sangat rentan dengan bencana longsor makanya masyarakat harus waspada dan hati-hati,” katanya.
Ditanya apakah informasi ini sudah sampaikan ke Dinas PU Minsel? Rumangu mengaku baru akan menyampaikannya.
Rumangu mengatakan, tidak hanya Kepala Dinas PU Minsel, Jootje Tuerah yang akan disampaikannya masalah ini. ”Ibu bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE pun akan sata beritahu,” ungkapnya.
(andries)

