Amurang, Fajarmanado.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Pemkab Minsel) tampak tegang pada Kamis (3/11), pagi tadi. Tak terkecuali Sekdakab Drs Danny H Rindengan.
“Kerja apa kamu? Di mana tanggungjawab kamu sebagai sekda. Coba lihat, semua lingkungan SKPD kotor, becek dan berumput. Ini kantor atau kebun,” tandas Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu.
Mengenakan stelan kemeja corak warna warni dipadu celana panjang hitam, sekitar pukul 9.30 WITA, Tetty, sapaan akrab salahsatu Bupati Cantik tanah air ini, tampak semakin anggun dan memesona dengan rambut merah maron disanggul.
Namun tak seperti biasanya, ketika turun dari mobil dinas wanita berkacamata bening ini tak menuju ruang kerjanya, malah melangkah menuju bangunan yang memanjang di sisi barat.
Mata sayup bupati dua periode ini terlihat awas. Raut wajahnya mulai memerah ketika berada di depan Kantor Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan Aset (DPKPA) yang bersebelahan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Badan KB, PP dan PA.
Perubahan wajah Tetty semakin kentara ketika berjalan dan melihat bagian belakang ke tiga kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu.
’Kantor apa ini? Kenapa kotor sekali. Di mana Sekda,” celetuk Tetty bertanya kepada beberapa ASN dan wartawan yang mengikutinya.
Tak berselang beberapa saat, Sekdakab Rindengan pun muncul. “Kerja apa kamu? Di mana tanggungjawab kamu sebagai sekda..,” ujar Tetty dengan nada tinggi. Rindengan nyaris tak berkata apa-apa, kecuali menunduk dengan wajah memerah pula.
Pada kesempatan itu, Tetty juga mempertanyakan kinerja CV UBS yang bertanggungjawab soal kebersihan. Juga sempat menyinggung kinerja Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan, Meity Tumbuan, SPd MSi.
‘’Coba lihat kebersihan di sini. Kotor, jorok dan bau. Kebersihan bukan hanya jalan raya atau lainnya. Kantor bupati dan tempat keramaian juga harus diprioritas. Kenapa justru kalian tidak memperhatikan kebersihan di sini,’’ ketus bupati.
Untuk itulah Tetty menginstruksikan semua ASN dan pejabat Pemkab Minsel untuk terlibat kerja bakti pada Jumat (4/11), besok.
“Saya juga minta wartawan yang adalah mitra kerja Pemkab Minsel untuk sama-sama terlibat kerja bakti. Mari, wartawan juga harus kerja. Jangan hanya cari berita saja. Kerja bakti juga kan adalah berita. Makanya saya mengundang wartawan di Minsel untuk bersama-sama kerja bakti,’’ katanya.
Sekda Drs Danny H Rindengan, MSi menilai sikap bupati tersebut adalah suatu hal yang wajar. “Wajar-wajar saja kalau bupati memarahi saya soal ini,” komentarnya.
Namun dia mengatakan akan memarahi pula Kabag Umum dan Perlengkapan Juli Rasubala dan Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Meity Tumbuan.
“Termasuk juga CV UBS yang memenangkan tender kebersihan di lingkungan Kantor Bupati. Mereka kerja apa, di mana tanggung jawab mereka,’’ ujar Rindengan.
Sementara itu Ketua Pers Minsel, Alon Rumagit mengaku senang atas undangan bupati untuk terlibat bersama-sama kerja bakti.
“Saya mengajak teman-teman wartawan agar jam setengah tujuh pagi besok sudah berada di Kantor Bupati, bila perlu membawa seperti sapu, parang dan cangkul,” katanya.
(andries)

