Wah! Atasan dan Bawahan Beda Pendapat Soal Albert
Ilustrasi Dump Truck. Foto: Ist.

Wah! Atasan dan Bawahan Beda Pendapat Soal Albert

Amurang, Fajarmanado.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minahasa Selatan (Minsel), Jootje M Tuerah, ST MM ternyata berbeda pendapat dengan Sekretarisnya, Ruddy Tumiwa, ST MSi soal tarif sewa alat berat (Albert) milik Pemkab.

Menurut Tumiwa, harga sewa pakai Albert  telah diatur dalam  Peraturan Dsaerah (Perda) No. 4 tahun 2012 tentang Restribusi Jasa Usaha.”Bukan 300 ribu rupiah per jam,” katanya di Amurang, Senin (31/10).

Seperti diberitakan media ini, Kadis PU Tuerah mengungkapkan bahwa Albert milik Pemkab Minsel memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) setiap tahun di atas Rp.100 juta.

“Tarif sewanya satu jam Rp 300 ribu, makanya dalam setahun dapat memberikan kontribusi pada PAD sampai Rp 100 juta lebi,’’ ungkapnya.

Tumiwa mengatakan, sebagai koordinator penanggungjawab, sewa pakai Albert yang diberlakukannya bukan Rp 300.000 per jam, melainkan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2012 tentang Restribusi Jasa Usaha.

Sesuai Perda tersebut, lanjutnya, tarif sewa pakai eskavator adalah Rp. 130 per jam, bulduser Rp 210 per jam, willouder Rp 130 per jam, tandem roller Rp 100 per jam dan  dumptruk Rp 100 per jam.

“Ini perlu saya klarifikasi  agar supaya sewa pakai alat berat tidak terjadi polemik di masyarakat dengan berbagai spekulasi,” jelas  Tumiwa yang mantan Kabid Bina Marga ini.

Melalui klarifikasi ini, ia sengaja bersikap transparan sebagaimana instruksi Bupati Christiany E Paruntu dan Wakil Bupati Franky D Wongkar akan memarahinya.

Tumiwa mengungkapkan bahwa dengan  tarif sewa pakai sebesar itu akan sangat sulit memenuhi target Rp 200 jutaan per tahun sebagaimana ditetapkan dalam APBD Minsel.

“Kondisi alat berat yang telah berusia sekitar 10 tahun akan sangat menyulitkan untuk dimanfaatkan terus menerus karena kerap terjadi kerusakan dan harus dilakukan perbaikan. Biaya maintenancenya pun cukup besar dan agak memakan waktu,” ungkap Tumiwa.

 Namun begitu, ia memastikan bisa memenuhi apabila target kontribusi PAD Albert yang ditangani pihaknya jika cuma berkisar Rp.100 juta per tahun, sebagaimana diungkapkan atasannya.

“Kalau 100 juta masih memungkinkan, karena alat berat kami masih juga dimanfaatkan untuk membantu apabila ada bencana alam yang membutuhkan alat berat,” pungkas Tumiwa.

(andries)