Tak Lagi Terlihat, Lumowa Sebut Ambulance PDIP Sedang Dipoles
Inilah mobil ambulance PDIP Minsel. Foto: Ist.

Tak Lagi Terlihat, Lumowa Sebut Ambulance PDIP Sedang Dipoles

Amurang, Fajarmanado.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Stefanus Lumowa, SE menjelaskan, mobil ambulance PDIP Minsel tetap ada.

“Kami (PDIP Minsel) tetap ada mobil ambulance. Saat ini sementara dipoles luar dalam dilengkapi dengan peralatan pendukung,” katanya, Senin (31/10 di Amurang

Mobil itu sendiri adalah sumbangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membantu pelayanan dan mobilisasi masyarakat yang membutuhkan jasa mobil ambulance. Namun tidak terlihat lagi keberadaannya belakangan ini.

Lumowa menampik jika mobil ambulance tersebut sengaja disimpan dan tidak digunakan karena PDIP Minsel belum mempunyai kepentingan politik dan dukungan masyarakat dalam waktu dekat.

“Bukan soal itu, tapi namanya mobil ambulance harus siap secara prima apabila digunakan, makanya harus diservis dan dipersiapkan dengan baik sebelum dioperasikan kembali,” ujarnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Minsel mengakui bahwa memang masih terlalu lama PDIP bicara soal Pilcaleg.

Namun demikian, lanjutnya, sesuai instruksi Ketua DPD PDIP Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey maka segenap pengurus dan kader PDIP harus terus berbaur dan melayani masyarakat.

“Utama adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat luas. Ingat, Minsel sangat besar. Maka dari itu, kita harus terus menjaga hubungan baik dengan warga di daerah ini,” jelas Lumowa.

Lumowa kemudian menegaskan ketika sudah siap prima dioperasikan maka mobil ambulance tersebut akan fokus memenuhi kebutuhan pelayanan dari masyarakat Minsel.

“Mobil itu disediakan untuk rakyat, terutama wong cilik yang tidak memiliki kemampuan ekonomi,” kata pengusaha muda sukses dari daerah pemilihan 1 (Modoinding, Maesaan dan Tompasobaru) ini,

Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, lanjut dia, telah lama menjadi komitmen PDIP.

“Komitmen ini sudah mengakar pada semua kader PDIP sampai di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) di kecamatan dan pengurus ranting di desa-desa dan kelurahan,” katanya.

(andries)