Wah, Mantan Kumtua Tagih Janji Bupati
Djohny Pojoh

Wah, Mantan Kumtua Tagih Janji Bupati

Amurang, Fajarmanado.com – Para mantan Hukum Tua (Kumtua) di Minahasa Selatan (Minsel) kini mulai menagih janji Bupati Christiany Eugenia Paruntu untuk merealisasikan dana purna bakti.

“Setahu kami dana itu telah dipercayakan ibu bupati untuk dikelola dan dibayarkan oleh BPMPD, tapi belum juga ada kabar beritanya sampai sekarang ini,” kata mantan Kumtua Desa Malenos Baru Djohny Poyoh.

Poyoh adalah salahsatu dari 49 Kumtua yang habis masa jabatan tahun ini. Pelantikan kumtua baru, yang terpilih pada pentas demokrasi Pilhut ke-49 desa yang dilaksanakan serentak pada 31 Agustus lalu telah dilantik oleh Bupati Tetty, sapaan familiar Bupati Minsel.

Pojoh mengkatakan, sesuai penjelasan Bupati Tetty, dana purna tugas Kumtua telah ditata dalam APBD Minsel 2016 dan dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD).

Selain itu, lanjutnya, juga dijelaskan bahwa dana purna bakti itu akan diserahkan langsung kepada mantan kumtua pada saat kumtua terpilih dilantik.

“Tapi yang terjadi tidak demikian. Pelantikan sudah berjalan sekitar satu bulan tapi dana itu belum ada kejelasan akan dicairkan atau bagaimana,” ujar Pojoh di kediamannya, Minggu (30/10).

Mengenai besaran ‘dana kehormatan’ tersebut, Pojoh mengaku tidak tahu persis. “Ini bukan persoalan besarannya, tapi niat baik ibu bupati memberikan penghargaan kepada para mantan kumtua, apalagi sudah ditata di APBD,” kilahnya.

Pojoh mensinyalir keterlambatan penyerahan dana purna bakti kumtua tersebut merupakan wujud dari kinerja buruk pejabat BPMPD selama ini.

“Saya mengamati, BPMPD jago rancang program namun lebih pada arah pemborosan saja. Kalau dana seperti ini mereka malas urus namun untuk Bimtek, jangan tanya lagi,” katanya.

Ia menilai pelaksanaan Bimtek kumtua, sekretaris dan bendahara desa terkesan pemborosan. Selain ada yang telah dilaksanakan tahun 2015, masih juga dilakukan tahun ini.

“Bimtek peningkatan kapasitas itu merupakan program BPMPD hanya pemborosan belaka, karena untuk tahun 2016 ini hampir menghabiskan anggaran ADD,” tanda Pojoh.

(andries)