Panglima BMI : FPI Jangan Kacaukan Sulut!
Brigade Manguni Indonesia (Istimewa)

Panglima BMI: FPI Jangan Kacaukan Sulut!

Manado, Fajarmanado.com – Permasalahan pengembangan bangunan rumah ibadah di eks Kampung Texas yang pekan lalu sempat diprotes masyarakat adat Minahasa mulai disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.Beredarnya pernyataan yang menjurus ke provokasi SARA (Suku, Adat, Ras, Agama) di media sosial (Medsos) mendapat tanggapan serius dari Organisasi Masyarakat Adat Brigade Manguni Indonesia (BMI).

Panglima Dewan Pimpinan Tonaas Brigade Manguni Indonesia Adv. E.K. Tindangen, SH ke Fajarmanado.com sore tadi mengatakan pihaknya sudah menduga kejadian kemarin akan di giring ke isu SARA oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.[irp]

“Ada pihak pihak yang mencoba membuat suasana tidak kondusif dengan membuat berita-berita tidak mendasar dan ada muatan provokasi,” jelas Tindangen.

Kami ormas adat Brigade Manguni Indonesia Indonesia tidak akan tinggal diam dan akan menyikapi oknum-oknum yang mau mengacaukan Sulut, kata Tindangen.

Panglima BMI : FPI Jangan Kacaukan Sulut!
Panglima Dewan Pimpinan Tonaas Brigade Manguni Indonesia Adv. E.K. Tindangen, SH

Pihaknya, tambah Tindangen, akan segera kami akan bekerjasama dengan cyber polda Sulut dalam pemantauan dan menginformasikan oknum-oknum tersebut.

“Intelijen kami sudah mengantongi informasi penyebar provokasi itu dan segera akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian,” ungkap Tindangen.

Menurut Tindangen, ormas adat Brigade Manguni menjadi garda terdepan apabila ada yang mau mengacaukan Sulut.

“Sebuah tatanan toleransi dan kebersamaan dalam perbedaan yang sudah lama di bangun di Sulawesi ini jangan coba coba ormas dan Lsm dari manapun juga yang mau merusak di wilayah tanah Minahasa,” tegas Tindangen.

Ormas Front Pembela Islam (FPI) jangan coba coba dan jangan mimpi bisa memperluas organisasinya di wilayah kami, tegas Tindangen lagi.[irp]

“Brigade Manguni Indonesia (BMI)dan ormas adat lainnya melarang keras masuk dan berkembang di Tanah Minahasa dan seluruh daerah Sulawesi Utara,” tegas Tindangen yang juga menjabat Kepala Divisi Intelijen Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulut.

Namun, Tindangen juga menyampaikan himbauan ke seluruh  ormas adat yang ada di tanah Toar Lumimuut agar tidak terpancing dengan pernyataan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Kami himbau ke seluruh masyarakat Sulut dan ormas adat yang ada, agar jangan terpancing dengan pernyataan-pernyataan dari pihak yang tidak jelas. Mari kita tetap jaga suasana kondusif di Sulut dan kita tetap jaga rasa toleransi umat beragama di Sulut yang sudah berjalan dengan baik,” kunci Tindangen.[irp]

Sementara itu, pihak Kepolisian Sulawesi Utara melalui Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Manado, Kombes Pol Hisar Sialagan, melalui akun facebooknya mengatakan bahwa informasi di medsos tersebut tidak benar.

“Bull shit itu, berita sampah,” tulis Sialagan saat menerimainformasi bernada provokatif dari akun facebook Aiman Jaya yang menyebar di medsos.

(Fred)

Baca :