Kotamobagu, Fajarmanado.com–Wakil Gubernur(Wagup) Sulawesi Utara (Sulut) Drs Steven Kandouw saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kotamobagu, Selasa (25/10) menggelar Inspeksi mendadak (Sidak) di UPTD kantor bersama Samsat Bolaang Mongondouw.
Wagub berharap tidak ada praktik pungutan liar di seluruh instansi pemerintah khususnya di kantor-kantor pelayanan publik di daerah. Dirinya akan menindak tegas jika ada pegawai yang berani melakukan pungutan liar yang tidak diatur sesuai standar pelayanan.
Kandouw mengakui beberapa instansi rawan terjadinya pungutan liar seperti kantor pelayanan Samsat maupun kantor-kantor pelayanan umum lainnya, seperti kependudukan dan catatan sipil, perizinan dan perhubungan.
Kerawanan pungli khususnya pada pelayanan di Samsa,t kata dia, salah satunya pada balik nama kendaraan bermotor.
Kepada Wagub Kepala UPTD Kantor Bersama Samsat Bolmong, Lendy Daud SH mengakui bahwa Kantor Bersama Samsat Bolmong ini masih sangat membutuhkan tenaga staf dalam membantu kinerjanya untuk memenuhi kebutuhan wajib pajak.
Pengakuan Kepala UPTD Samsat tersebut kepada Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. Mendengar pengakuan dari Kepala Kantor tersebut, orang nomor dua Sulut-pun kaget dan langsung menyampaikan beberapa hal penting dalam upaya pelayanan kepada wajib pajak.
“Saya minta kinerja Kepala Kantor Samsat dan jajarannya harus bekerja lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak,” ingat Wagub.
Terkait dengan kurangnya tenaga staff, Wagub Kandouw mengatakan akan merasionalisasi Aparatur Sipil Negara (ASN). “Di Kantor Dispenda terlalu banyak pegawai dan ini perlu dirasionalisasi,” terangnya.
Kantor Samsat Bolmong ternyata butuh tenaga staff untuk membantu kinerja kantor tersebut dalam melayani wajib pajak,”pungkasnya. Diketahui Kantor Bersama UPTD Samsat Bolmong hanya 11 ASN dan memiliki Kantor Samsat pembantu di daerah Dumoga.
(aji).

