Suasana insan Pers di Minsel “Bacerita Deng PLN”.
Suasana insan Pers di Minsel “Bacerita Deng PLN”.

Pemkab Minsel Siap Bayar Hutang Rp 4,1 M Kepada PLN

Amurang, Fajarmanado.com – Selang hampir tiga tahun terakhir hutang rekening PLN di Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) terus bertambah. Nilainya pun dikabarkan telah mencapai Rp.4,1 miliar.

Wakil Bupati Franky D Wongkar, SH secara gentle tak menampik kabar ini. “Memang begitu, tahun 2017 akan kita bayar. Anggarannya sudah diusulkan masuk APBD 2017,” katanya di Amurang.

Menurut Wongkar, pihaknya bersama Sekda Drs Danny H Rindengan, MSi telah bertemu langsung dan menjelaskan duduk permasahannya kepada General Manajer (GM) PT PLN Wilayah Suluttenggo Baringin Nababan. ‘’Ya sudah, kami sepakat akan membayar tahun 2017,’’ ungkapnya.

Memiriskan memang! Pemkab Minsel berhutang ke PLN sebesar Rp 4,1 miliar. Pasalnya, hutang tersebut terkaver sejak tahun 2015-2016. Akibat belum ada etikat baik Pemkab Minsel kepada PT PLN, maka terjadilah penumpukan hutang sebanyak Rp 4,1 miliar.

Kepala PLN Rayon Amurang Giovanny Tutuhatunewa mengungkapkan sampai saat ini Pemkab Minsel berhutang sebesar RP.4,1 kepada PLN.

“Hutang itu terkaver sejak tahun 2015-2016,” katanya kepada wartawan pada pertemuan “Ba Cerita Deng PLN” di suatu café di Amurang, pekan lalu. Acara tersebut  digagas PT PLN Wilayah.

Menurut Tutuhatunewa pihaknya sudah beberapa kali menyurat ke Pemkab Minsel perihal penyampaian soal hutang tersebut. Namun, Pemkab Minsel terkesan belum ada itikad  baik terhadap kewajiban mereka kepada PLN.

“Memang PLN milik pemerintah. Tetapi, hal tersebut menyangkut hutang. Makanya, kami sangat mengharapkan Pemkab Minsel untuk membayar kewajibannya itu,’’ ujarnya.

Upaya penagihan, katanya, telah berkali-kali dilakukan pihak PLN, setiap bulan  menyurat ke Pemkab Minsel dalam bentuk invoice tagihan. Namun tetap belum ada tindaklanjut.

“’Bahkan kami selalu menyuruh staf untuk mengantar dan mengingatkan supaya  tagihan yang besar itu segera dibayarkan,’’ jelasnya, ibenarkan Humas PT PLN Wilayah Suluttenggo Jantje Rau.

Pria asal Nusa Utara tersebut mengaku tidak tahu apa ada kendala lain sehingga Pemkab Minsel belum membayar hutang tersebut.

‘’Coba, Pemkab Minsel setiap bulan membayar rekeningnya ke PLN. Pasti tidak akan membengkak seperti ini,’’ ketus. Tutuhatunewa

Dia pun mengaku merasa malu kepada Bupati Christiany E Paruntu danWabup Franky D Wongkar, karena setiap bulan harus menyurat ke Pemkab Minsel.

‘’Jadi supaya kami tidak lagi menyurat ke Pemkab Minsel, saya berharap mendapat respon dari Pemkab Minsel kapan akan dibayarkan hutangnya. Itu saja, supaya PLN tidak berulang-ulang kali melayangkan surat ke Pemkab Minsel sebagai pemberitahuan,’’ pungkasnya.

(andries)