Amurang, Fajarmanado.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah berlangsung hikmad dan khusuk serta memberi makna tersendiri bagi para narapidana (Napi) di Rutan Amurang. Pasalnya, sholad ied dipimpin olah salah seorang napi setempat.
Napi dimaksud, adalah, terpidana kasus penggelapan Kapal Ikan milik Pemkab Minahasa Selatan (Minsel), Ir Arifin Kiay Demak, MSi. Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Minsel ini memaparkan secara mendalam makna hakiki perayaan hari raya kurban umat Muslim kepada 24 Napi binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Amurang, Senin (12/9) silam.
Kepala Cabang Rutan Amurang, Marulye Simbolon, SH membenarkan bahwa Kiay Demak, mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Minsel yang divonis 20 bulan penjara ini didaulat dan bersedia memimpin Sholad Ied 2016 di Rutan Amurang.
“Kan tidak ada yang salah kalau napi memimpin Sholat Ied. Buktinya, pemaparannya sangat mengena dan menyentuh sehingga ibadah berlangsung hikmad dan khuyuk. Para jamaah pun tampak tertegun dan sangat memahami apa yang dipaparkan,” ujar Simbolon.
Menurut Simbolon, ada beberapa kegiatan usai Sholat Ied Idul Adha 1437 Hijriah di Rutan Amurang. ‘’Ini menandakan, betapa cinta kasih sesama napi yang juga warga binaan Rutan Amurang. Ternyata, semua warga binaan membaur, tidak melihat berasal dari mana. Sama-sama menjadi satu untuk merayakan hari raya ini,’’ katanya.
Simbolon mengharapkan momen hari raya Idul Adha 1437 tahun 2016 ini akan meningkatkan keimanan dan ketagwaan dalam kehidupan saling memahami, mengerti dan memaafkan dalam kehidupan pribadi setiap napi.
‘’Karena memang, kunci sukses adalah saling maaf memaafkan apa yang telah dilakukannya. Bahkan, usai sholat ied, Ir Arifin Kiay Demak, MSi mendapat aplaus sesame warga binaan. Termasuk diantaranya, staf d an jajaran Rutan Amurang ikut memberi selamat kepada 24 warga binaan Islam,’’ ungkap pria yang dekat dengan wartawan ini.
(andries)

