Sulta, Fajarmanado.com – Musibah alam tanah longsor di Desa Suluun Satu dan Suluun Dua Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) Kabupaten Minahasa Selatan pada Jumat (9/9) lalu mengundang keprihatinan Ketua PMI Cabang Minsel, dr Michaela E Paruntu.
Paruntu, yang dikenal sebagai Dosen Fakultas Kedokteran Unsrat Manado mengambangi para korban dan memberikan batuan material bangunan berupa semen. “Jangan dilihat dari bentuk atau nilai nominal bahan bantuan yang kami berikan ini, tapi arti dan manfaatnya bagi keluarga korban,” papar Paruntu kepada para korban.

Sejumlah rumah di dua desa, yang dulunya sangat dikenal sebagai produsen utama cengkih di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, tertimpa longsor pada Jumat, pekan lalu, setelah beberapa hari diguyur hujan lebat.
Peristiwa tanah longsor ini, kata Paruntu, sangat mengagetkan karena beberapa rumah yang tertimpa tanah. Adik kandung Bupati Christiany “Tetty” Paruntu ini pun langsung berkoordinasi secara internal pengurus PMI, kemudian dengan Pemkab Minsel.
‘’Puji Tuhan karena hari ini kami mendapat kesempatan berbagi meski hanya sekadar meringankan beban para korban,” ujar isteri Ketua Harian DPD II Golkar Minsel Jack A Kojongian, ST, MT ini.
Namun Paruntu berkali-kali mengharapkan agar bantuan tersebut jangan dipolitisasi karena murni sebagai wujud keterpanggilan pengurus PMI demi kemanusiaan. “Jadi, bantuan itu murni dari PMI Cabang Minsel untuk kemanusiaan,” paparnya lagi.
PMI Minsel, katannya, telah berkomitmen untuk memberikan bantuan kemanusiaan, bukan hanya menyediakan cadangan darah tetapi kebutuhan atau persoalan kemanusiaan yang lain.
‘’Oleh karena itu, saya isarankan kepada pemerintah desa, apabila ada bencana yang terjadi dalam bentuk apapun dapat disampaikan kepada PMI Cabang Minsel. “Kami siap membantu sebatas kemampuan kami untuk ikut menanggung beban dan penderitaan korban bencana,” ungkapnya didampingi, Tertius Ulaan, ST MT, personil pengurus PMI Cabang Minsel lainnya ini.
(andries)
