Pekerjaan proyek pembangunan fasilitas pasar modern di Pasar Kawangkoan dinilai tidak berkualitas. Fondasi saja bangunannya tampak melengkung. Foto diambil Kamis siang
Pekerjaan proyek pembangunan fasilitas pasar modern di Pasar Kawangkoan dinilai tidak berkualitas. Fondasi saja bangunannya tampak melengkung. Foto diambil Kamis siang

Proyek Pasar Kawangkoan Dinilai Tak Berkualitas

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pekerjaan proyek sarana pasar modern di Pasar Kawangkoan, Minahasa kini mulai mendapat sorotan masyarakat. Selain dikuatirkan tak selesai tepat waktu, kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai bestek.

“Formula campuran spesi yang digunakan untuk fondasi tampaknya tidak berkualitas. Lihat saja, hanya disentuh sedikit, spesinya langsung terlepas,” kata sumber sambil menendang pelan salahsatu bagian fondasi.

Pria yang mengaku tinggal di sekitar Pasar Kawangkoan ini, kemudian memunggut dan meremas bongkahan speci yang  terlepas.“Lihat saja, langsung hancur kan,” tambah pria yang enggan dikorankan namanya di lokasi proyek, Kelurahan Uner Satu, Kecamatan Kawangkoan,” Kamis (1/9) siang.

Pantauan Fajarmanado.com siang itu, sekira 20 pekerja, yang berasal dari Pulau Jawa tampak dibagi empat kelompok. Ada merangkai tiang besi, memecahkan batu dasar, memperbaiki fondasi dan melakukan penimbunan tanah di ke dua sisi fondasi bangunan los yang sesuai gambar akan dilengkapi sekitar 186 lapak.

Sebagian besar fondasi memang sudah dibangun. Tiang-tiang rangka besi bangunannya pun sudah berdiri. Namun seorang pekerja terlihat sibuk menutupi pori-pori di antara susunan batu dasar dengan spesi yang memanjang di sisi utara bagian barat, yang secara kasat mata terlihat agak bengkok menjorok ke bagian dalam.

“Oh, dia itu memang ditugaskan untuk meluruskannya. Pak Handoko kemarin datang dan melihat ini. Dia marah-marah, makanya hari ini mulai diperbaiki,” komentar Jacky Rompas, yang mengaku dipercayakan Handoko, Bos PT Dayana, kontraktor pekerjaan proyek Pasar Kawangkoan ini, sebagai pengawas lapangan.

Papan proyek Pasar Kawangkoan dinilai asal pasang dan tidak mencantumkan jenis pekerjaan
Papan proyek Pasar Kawangkoan dinilai asal pasang dan tidak mencantumkan jenis pekerjaan

PT Dayana merupakan perusahaan konstruksi yang memenangkan tender proyek APBN Pasar Kawangkoan bernilai Rp.6,2 miliar lebih dengan kontrak pengerjaan selama 180 hari kerja terhitung mulai 1 Juli 2016.

Dana sebesar itu digunakan untuk membongkar bangunan tujuh los dan puluhan kios lama, kemudian dibangunkan sekitar 186 lapak, 52 kios dan sarana penunjang lainnya seperti kantor, tempat penitipan anak dan gudang penyimpanan barang.

“Melihat prospek pekerjaan ini, saya kira sulit bagi kontraktor untuk menyelesaikannya tepat waktu apabila hanya menggunakan tenaga kerja sebanyak ini. Jangan lupa,  kontrak sudah berjalan 60 hari kerja, jadi tinggal 120 hari kerja lagi,” komentar Wakil Ketua DPRD Minahasa, Ventje Vicktor Mawuntu.

Legislator Partai Gerindra ini mengaku terus memantau perkembangan pekerjaan proyek yang dialokasikan Departemen Perdagangan RI ini. Tak heran jika Ketua DPD II Gerindra Minahasa ini kerap muncul di lokasi proyek tersebut. “Saya kan orang Kawangkoan. Rumah saya hanya di dekat sini. Suatu hal yang wajar kalau saya sering kemari. Toch, hasil dari pembangunan ini akan dinikmati konstituen saya di Dapil IV Minahasa juga,” ujarnya diplomatis.

(ely)