Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

Mendikbud Muhadjir Effendy Apresiasi Festival Anak Jujur 2016

Jakarta, Fajarmanado.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyambut baik dan mengapresiasi “Festival Anak Jujur 2016” yang digelar di Ancol, Jakarta, Rabu (31/8).

Menteri Muhadjir menilai  bahwa  acara tersebut sangat edukatif dan inspiratif bagi anak-anak.

“Kita seharusnya merasa beruntung karena menjadi bagian dan pelaku dari proses perubahan besar yaitu dalam rangka wujudkan Indonesia bersih, jujur, dan bebas dari korupsi,” kata Muhadjir, dalam pidatonya yang dibacakan Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman di Ecovention Ancol.

Menurut Muhadjir, generasi penerus Indonesia perlu dipersiapkan untuk menuju Generasi Emas 2045 yang berbekal karakter baik, literasi tinggi, dan memiliki kompetensi unggul di abad ke-21.

Penanaman karakter kejujuran, lanjut dia, merupakan hal yang mendasar dalam membudayakan karakter baik.

“Kejujuran merupakan nilai fundamental dalam membangun karakter bangsa. Bangsa Indonesia akan jadi bangsa besar dan dihormati bangsa lain jika kita miliki integritas tinggi dengan pemimpin serta generasi muda yang jujur dan bermartabat,” demikian Muhadjir.

Ia menekankan, pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat, termasuk peran seluruh kementerian lembaga.

Muhadjir juga berharap Festival Anak Jujur 2016 dapat menghasilkan tunas bangsa berintegritas yang dapat bebaskan Indonesia dari korupsi.

“Hal ini tentu perlu mendapat dukungan pelibatan publik yang aktif. Saya berikan penghargaan tinggi kepada KPK. Semoga perilaku jujur menjadi kebanggan dan kebahagiaan kita bersama,” ujar Muhadjir.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Anak Jujur 2016 sebagai upaya menimbulkan karakter anti korupsi pada anak sejak dini.

KPK percaya bahwa menumbuhkan karakter anti korupsi kepada anak dapat dilakukan dengan cara yang mudah, murah, dan menyenangkan.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, untuk menciptakan kehidupan yang bersih dari korupsi, diperlukan sistem pendidikan anti korupsi yang berisi bentuk korupsi hingga pencegahan terhadap korupsi.

“Anti korupsi sudah semestinya bukan hanya slogan semata. Nilai itu harus muncul dari jiwa yang memahami dan mempraktekkan perilaku anti korupsi dan harus di pupuk sejak dini,” kata Agus.

Festival yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (1/9/2016), akan diikuti oleh ribuan anak yang terdiri dari 50 taman kanak-kanak dan 50 Sekolah Dasar di Jakarta.

Dalam festival yang berlangsung di Ecovention, Ancol ini, terdapat tiga zona kegiatan yaitu, zona literasi, zona musik dan budaya, serta zona permainan.

(kps)