Gubernur Olly Dondokambey menyerahkan KIP kepada siswa SMP Negeri 1 Kalawat disaksikan Bupati Vonnie Aneke Panambunan
Gubernur Olly Dondokambey menyerahkan KIP kepada siswa SMP Negeri 1 Kalawat disaksikan Bupati Vonnie Aneke Panambunan

Serahkan KIP Bagi Siswa, Mendikbud: Program Ini Masih Kurang Sosialisasi

Airmadidi, Fajarmanado.com – Program Presiden RI Jokowi tetap konsisten pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa yang kurang mampu. Tak heran berkunjung di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Mendikbud Muhadjir Efendy menyerahkan KIP kepada siswa kurang mampu SMP Negeri 1 Kalawat.

Didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Mendibud Efendy berdialog dengan para orang tua siswa. Dalam dialog, yang juga disaksikan Bupati Vonnie Aneke Panambunan, terungkap bahwa banyak juga siswa yang telah memperoleh KIP tapi belum pernah mendapatkan dananya.

Gubernur Dondokambey menilai hal tersebut karena masih kurangnya sosialisasi. Dia pun mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) serta Kepala Sekolah (Kepsek) mulai dari SD, SMP hingga SMA di daerah ini, untuk secara pro aktif mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pentingya Kartu Indonesia Pintar (KIP). “KIP diperuntukkan bagi siswa kurang mampu,” ujarnya.

Dijelaskan, pemberian KIP ini merupakan program Nasional pemerintahan Jokowi yang digulirkan sejak tahun 2015 lalu, dengan harapan program tersebut benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu.

“Dengan adanya KIP diharapkan bisa meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah serta menurunya kesenjangan partisipasi pendidikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan pendudukmiskin,”  ujarnya.

Gubernur mengatakan sudah setahun lebih program tersebut di gulirkan, namun ternyata masih banyak kendala yang terjadi di lapangan, antara ada siswa kurang mampu sudah menerima Kartu tapi belum menerima bantuan.

“Kurangya sosialisasi terkait teknis pencairan bantuan dana tersebut, dan ini menjadi pekerjaan rumah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” tegas orang nomor satu di Sulut ini, Senin (29/8) lalu.

Mendikbud Muhadjir Efendy menjelaskan, jika siswa kurang mampu yang sudah mendapatkan KIP tapi belum menerima bantuan, pihak sekolah secepatnya melaporkannya kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menegenah (Dikdasmen) Kemendikbud RI, agar proses pemberian bantuan tersebut akan dipercepat melalui  SK yang dikeluarkan Dirjen.

“Apabila SK tersebut sudah diterima sekolah segera mengambil dana bantuan tersebut di bank. Karena salah satu kartu sakti dari Presiden Jokowi tersebut sangat membantu siswa dan orang tua kurang mampu,” ujar Efendy.

Dikatakan, apabila ada keluarga kurang mampu telah menerima kartu keluarga sejahtera (KKS) dapat meminta diusulkan oleh sekolah agar anaknya memperoleh KIP untuk diproses pada periode berikutnya. “Tapi bagi anak-anak yang masih sekolah tentunya. Karena tujuannya dalam rangka pemerataan,” sambung Mendikbud.

Namun demikian, menteri berpesan agar bantuan KIP ini dapat di manfaatkan dengan baik untuk kepentingan sekolah anak, bukan  digunakan untuk belanja kebutuhan rumah tangga. “KIP diperuntukkan untuk kepentingan siswa itu sendiri seperti untuk pembelian baju seragam, buku, sepatu dan tas sekaolah,” tandasnya.

(aji)