Ketua Komda Lansia Minahasa Ivan Sarundajang ketika memberikan sambutan di Ibadah Lansia Rayon Minteng
Ketua Komda Lansia Minahasa Ivan Sarundajang ketika memberikan sambutan di Ibadah Lansia Rayon Minteng

Ivansa Berbaur dengan Ribuan Lansia GMIM Rayon VIII Minteng

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Ivan SJ Sarundajang kembali berbaur dengan ribuan lanjut usia (Lansia) di GMIM Bukit Sion Kanonang Dua, Wilayah Kawangkoan Dua, Kecamatan Kawangkoan Barat, Jumat (26/8)

Ivansa, sapaan familiar Wakil Bupati Minahasa ini, tampak enjoy dan nyaris terus menebar senyum dan bercengkrama akrab dengan para pria dan wanita ubanan yang memadati lokasi acara Pertemuan Raya Lansia GMIM Rayon VIII, Minahasa Tengah (Minteng) ini selang pagi hingga petang tadi.

Mereka berasal dari jemaat GMIM Wilayah Kawangkoan I dan II, Tompaso I dan II serta Wilayah Sonder, yang masuk wilayah administrasi calon DOB (Daerah Otonom Baru) Minteng.

Kehadiran Ivansa sebagai Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Minahasa, terkesan sudah dinanti para Lansia. Setibanya di lokasi sekitar jam 9 pagi, putra sulung DR Sinyo Harry Sarundajang ini, langsung disapa dan berjabat tangan dengan para Lansia yang memang nekad menunggu di gerbang gereja.

Mengenakan kemeja biru muda lengan pendek, Ivansa pun tanpa tak canggung meladeni sambil berjabat tangan dan menepuk pundak setiap Lansia yang berpapasan dengannya sambil tak hentinya balik menyapa. “Apa kabar, sehat-sehat. Puji Tuhan.”

Pemandangan yang sama berlanjut seusai ibadah yang dipimpin Pdt Steven B Monengkey, MTh tersebut. Tak hanya jabat tangan, pun tak sedikit Lansia yang mengajak Ivansa dan berfoto ria bersama. “Pak Ketua boleh mo ba foto,” pinta seorang ibu.

“Saya agak terlalu muda, tapi di setiap kesempatan, saya mengatakan bahwa menjadi Ketua Komda Lansia  ini adalah pilihan saya, ” ungkapnya.

Semula Ivansa mengaku canggung memimpin organisasi Lansia ini. Mekipun undang-undang menyatakan bahwa yang jadi ketua adalah Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota, sebagai pribadi bisa memilih.

“Jangan heran pada waktu itu 6 bulan vacum, karena saya masih mempertimbangkan memimpin saudara-saudara yang sudah tua, putih rambutnya, waktu dipanggil jalannya lambat,” ungkapnya sambil bergurau.

“Waktu saya memilih, ada yang sadarkan saya. Yakni, Tuhan. Tuhan memberikan pemandangan yang baik dan indah. Saya berkunjung ke orang tua saya dan melihat bahwa orang tua saya juga sudah lansia, ” katanya.

Ivansa menyadari,  orang tua tidak bisa mengurus orang tua. Yang dapat mengurus orang tua adalah anak muda. Sebab, satu hal yang tidak mungkin kalau orang tua mengasuh orang tua, bisa saja sama-sama jatuh. “Saya yang berdiri di depan saudara-saudara sekarang ini adalah masa lalu saudara, tapi juga saya melihat masa depan saya adalah oma dan opa yang duduk di depan saya,” paparnya.

Anak muda sekarang, lanjut dia, belum tentu melewati kehidupan opa dan oma. “Jadi jangan ada orang mengatakan Lansia sudah tidak berguna, lapor pada saya. Apalagi kalau anak-anak saudara atau cucu yang sengaja menelantarkan atau membiarkan saudara-saudara, tolong lapor,” tegas Ivansa dengan nada tinggi.

Apabila ada anak cucu menelantarkan Lansia, kata Ivansa, generasi penerus akan kacau balau. Generasi penerus yang tidak tahu berterima kasih dan acuh tak acuh.

“Karena apa? Hubungan anak dengan orang tua tidak benar. Orang tua tidak cepat memberikan tongkat estafetnya ke generasi muda, sehingga tongkat estafet itu dirampas, pergantian kekuasaan rampas merampas sampai dalan suatu organisasi, ada organisasi tandingan,” paparnya.

Kalau ada hubungan yang bagus antara orang tua dengan generasi muda, Ivansa meyakini kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Hanya karena orang tua tidak mau orang lain memimpin.

Hadir dalam acara ini Sekretaris Lansia Sinode GMIM Drs Boy B Paendong, Prof Dr ABG Ratu, Ketua Panitia Decky Pinatik, Ketua Lansia GMIM Bukit Sion Herly Bujung, Ketua Jemaat GMIM Bukit Sion Pdt Stenly Sengkey,MTh, Camat Kawangkoan Barat Johnny Tendean,AP MAP, Camat Tompaso Barat Engelbert Raintung,SE, serta undangan.

Selesai dengan ibadah syukur, dilanjutkan dengan lomba vokal group yang diikuti oleh 15 peserta dan lomba baca Pengakuan Iman Rasuli dan Doa Bapa Kami.

(den)