Fajarmanado.com – SolidEnergy Systems, perusahaan yang didirikan oleh Alumnus MIT Qichao Hu sedang mempersiapkan untuk meluncurkan Baterai Lithium-Ion terbaru yang telah digandakan kapasitasnya dari Model Lithium-Ion yang ada sekarang dan juga memiliki ukuran yang lebih kecil.
Hu menemukan dan membuat prototipe model baterai barunya ini saat masih menjadi mahasiswa di MIT, dimana ia juga mendirikan perusahaannya pada tahun 2012 setelah memenangkan $100K dari MIT Enterpreneurship Competition’s Accelerator Contest.
Dari waktu pertama kali di MIT sampai pada saat ini, Hu mampu melaksanakan serangkaian percobaan yang telah memungkinkan dia untuk membuat Baterai Komersial dan perusahaannya berencana untuk memproduksinya secara masal selambat-lambatnya tahun 2017.
Baterai ini awalnya akan diintegrasikan dengan drone, tapi dimasa yang akan datang akan digunakan juga pada smartphone dan perangkat portabel lainnya.
Hu Mengembangkan desain baru untuk Baterai Berbasis Lithium
Baterai buatan Hu ini unik karena memiliki beberapa karakteristik. Pertama, peneliti menggantikan cairan elektrolit cair dan gel-based yang berada diantara Katoda (elektroda Positif) dan Anoda (elektroda negatif), yang bertanggung jawab untuk reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik ketika baterai digunakan dan kekuatan menyimpan saat baterai sudah terisi.
Pada model lawas Lithium-Ion, elektrolit memiliki kebiasaan pemanasan dan kadang-kadang terbakar, menyebabkan kerusakan fisik kepada pengguna akhir.
Hu juga mengembangkan Ultrathin Lithium Logam foil untuk menggantikan Batang Padat Anoda, mengurangi ukuran baterai, tetapi akan bekerja dengan baik hanya pada suhu tinggi lebih dari 80 derajat Celsius, dan ini menciptakan resiko yang tinggi bagi pengguna.
Hu mengatasi masalah suhu tinggi dengan menciptakan campuran elektrolit cair-padat. Pertama ia bereksperimen dan menemukan cara untuk membuat Ultrathin Lithium Logam Anoda yang dijalankan pada suhu ruangan dengan melapisnya menggunakan elektrolit padat tipis yang tidak membutuhkan panas tinggi untuk menjalankannya.
Peneliti juga menciptakan “a novel quasi-ionic” cairan electrolite yang mampu menggandakan Kapasitas Baterai. Ketika Kedua desain elektrolit ini disatukan, menyebabkan Penciptaan Baterai yang mampu menyimpan lebih banyak energi dan berukuran lebih kecil.
Model Baterai Baru ini dapat dibuat di pabrik-pabrik yang ada
Tetapi apa yang membuat Desain Hu ini begitu spesial adalah bahwa ia tidak membutuhkan peralatan khusus dan lingkungan baru untuk memproduksinya dalam jumlah banyak.
Selama tiga tahun terakhir, Hu telah memproduksi prototipenya menggunakan fasilitas dari A123, sebuah perusahaan baterai yang hampir bangkrut.
Desain Baterai HU adalah Kecil, Menyimpan lebih banyak Power, Memiliki risiko keselamatan kebakaran yang lebih rendah, dan dapat diproduksi dengan alat yang ada, serta memberikan alternatif yang sempurna untuk menggantikan model Lithium-Ion saat ini.
Pekan ini juga, peneliti dari Swiss mengumumkan penemuan Desain Baterai dengan terobosan baru yang menggunakan Lithium dan Garnet untuk elektrolit baterai, yang memungkinkan mereka untuk membuat Baterai yang tidak terbakar sama seperti Model Lithium-Ion lama yang menggunakan cairan atau Gel-Based elektrolit. (rivopox)

