Wujudkan Bukit Kasih Sebagai Wisata Dunia, Sumarsono: Kita Ajari Warga Bahasa Inggris
DR. Soni Sumarsono, MDM

Wujudkan Bukit Kasih Sebagai Wisata Dunia, Sumarsono: Kita Ajari Warga Bahasa Inggris

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com – Penjabat Gubernur DR Soni Sumarsono MDM akan membawa objek wisata religius Bukit Kasih Kanonang sebagai destinasti wisata dunia. Selain menambah rumah ibadah dan menata prasarana pendukungnya, juga segera membekali warga setempat menjadi guide.

“Kita akan latih masyarakat setempat dan ajari mereka bahasa Inggris walaupun hanya dasar-dasarnya saya. Seperti welcome, good morning dan sebagainya,” katanya kepada fajarmanado.com di Kawangkoan, Sabtu (9/1/2016).

Keseriusan Sumarsono mewujudkan Bukit Kasih sebagai salahsatu destinasi wisata dunia di Provinsi Sulawesi Utara diawali dengan perjuangannya mendapatkan hak pakai 12 hektar hutan dari Kementerian Kehutanan dan Agraria, yang diserahkan sebagai kado Hari Jadi Minahasa ke 587 pada 5 November 2014. Sebelumnya, sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2005, luas objek wisata Bukit Kasih hanya 216.620 meter bujur sangkar.

Objek Wisata Religius Bukit Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat ini akan dijadikan Pnj Gubernur DR Soni Sumarsono MDM sebagai salahsatu destinasi wisata dunia di Provinsi Sulawesi Utara. (Foto: Ist)
Objek Wisata Religius Bukit Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat ini akan dijadikan Pnj Gubernur DR Soni Sumarsono MDM sebagai salahsatu destinasi wisata dunia di Provinsi Sulawesi Utara. (Foto: Ist)

 

Penyerahan surat keputusan tersebut, disertai dengan pernyataan Sumarsono bahwa di atas bukit yang berada di bagian belakang patung alami nenek moyang Tou Minahasa, Toar dan Lumimuut akan dibangun lagi satu rumah ibadah, yakni Klenteng agar benar-benar sesuai jumlahnya dengan agama di tanah air yaitu enam agama.

Baca juga: Bertambah Luas, Objek Wisata

Selain Klenteng, kata dia, pemprov juga akan merehab tangga masuk ke luar kawasan rumah-rumah ibadah dan menata kios tempat-tempat kuliner. “Kita geser sedikit dan tata secara rapi agar enak dipandang dan menarik,” ujar pria familiar yang sarat ide, gagasan dan dikenal cepat bertindak ini yang dicegat setelah memantau perkembangan terakhir pasca letusan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, petang tadi.

Bukan hanya sampai di situ, Sumarsono juga berniat menambah fasilitas wisata, seperti taman bermain anak-anak dan melebarkan akses jalan masuk ke luarnya yang masih relatif sempit. “Pelan-pelan kita tata dan lengkapi semuanya,” kata Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemdagri ini.

Hanya saja, dia sangat berharap agar masyarakat setempat dan sekitarnya, termasuk warga Sulut yang berkunjung dapat meningkatkan budaya bersih. “Jangalah buang sampah sembarangan. Mari kita sama-sama menjaga kebersihan di sana, dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Jangan seenaknya saja,” imbuh pria enerjik yang kini getol menarik wisatawan melalui program “Marijo Ka Manado” ini.

Baca juga: SVR Janji Perjuangkan

(her)