RATAHAN,FAJARMANADO.com— Letusan Gunung Api Soputan menyisakan pilu bagi sekira 717 kepala keluarga di Desa Pangu Satu (217 kepala keluarga), Desa Pangu Dua (193), Desa Pangu (202), dan perkampungan Kalatin (105), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Mereka mulai merasakan kesulitan air bersih.
“Air menjadi kabur, tidak bisa dibuat masak. Kalau untuk mandi atau mencuci pakaian, masih bisa. Tapi jika untuk makan atau minum, sudah tidak bisa,” ungkap Marvel Pandeleke, warga Desa Pangu I, kemarin.
Diketahui, dari sekira 14 desa yang terdampak abu vulkanik Soputan, Desa Pangu, Pangu Satu, Pangu Dua dan Desa Kalatin, termasuk terparah. Keempat desa ini mulai merasakan krisis air bersih.
Marvel menyebut, penyebabn krisis karena salah satu sumber air bersih dari warga yang ada di desa tersebut terkena abu vulkanik dari letusan Gunung Soputan. “Ini karena bak penampung air milik warga tak tertutup. Saat letusan, abu vulkanik langsung mencemari sumber air sehingga tak layak untuk dikonsumsi,” ucapnya.
Ia menambahkan, sumur yang ada di rumah warga, juga kondisinya tidak jauh berbeda dengan air yang berasal dari penampungan. “Tidak sempat ditutup karena peristiwa terjadi tiba-tiba,” ujar Marvel.

