RATAHAN,FAJARMANADO.com- Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap menetapkan kondisi tanggap darurat setelah letusan Gunung Soputan dan belum menurunnya aktivitas gunung tersebut.
“Dengan kondisi erupsi atau letusan Gunung Soputan maka saya sudah menetapkan kondisi tanggap darurat dalam beberapa waktu ke depan,” katanya dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Posko Bencana Gunung Soputan Desa Pangu, Selasa Kemarin.
Pada kesempatan tersebut dirinya pun langsung memerintahkan instansi teknis terkait untuk melakukan penanganan darurat di masyarakat dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi, TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia.
“Semua instansi saya minta lakukan koordinasi baik itu Dinas Kesehata, Dinas Sosial, bersama pihak-pihak lainnya yang terlibat dengan koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ujarnya.
Selain itu kata James, posko kesehatan disiapkan dengan memadai bagi masyarakat yang terkena dampak letusan Gunung Soputan.
“Termasuk untuk Dinas Sosial harus bersiap jika dibutuhkan karena kondisi ini, segera menyiapkan dapur umum dan tangki air,” terangnya.
Pada koordinasi yang juga dihadiri Komandan Korem (Dandrem) 131 Santiago Brigjen Sulaiman Agusto, Bupati memintakan bantuan dari pihak TNI dalam masa tanggap darurat tersebut.
Sebelumnya Bupati bersama Dandrem melakukan pemantauan secara langsung kondisi setelah letusan, dengan mengunjungi pos pantau dan kaki gunung soputan.
“Ternyata masih ada juga yang melakukan aktivitas di daerah kaki gunung, dan saya sudah perintahkan pemerintah kecamatan, didukung Polisi dan TNI untuk menutup jalur-jalur ke arah kaki gunung,” terangnya.
Sementara Petugas Pos Pantau Gunung Soputan Sandy Manengkey mengungkapkan sampai pukul 17:00 Wita erupsi Gunung Soputan masih terus terjadi, dengan tingak aktivitas seperti pada letusan pukul 06:38 Wita, Selasa.
“Aktivitasnya belum ada penurunan, bahkan masih cukup tinggi jika melihat dari pergerakan mesin pemantau,” katanya di Silian, Selasa kemarin.
Dirinya menuturkan semburan awan panas dan debu vulkanis juga masih terus terjadi sampai sore menjelang malam, yang disusul dengan gempa-gempa letusan yang terjadi sejak letusan dari pagi.
“Semburan dan gempa letusan masih terjadi, meski gempa guguran sudah tak ada lagi, secara visualisasi juga kami belum bisa lihat jelas atau masih samar-samar karena gunung masih tertutup awan,” katanya.
Dirinya menuturkan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kondisi dari Gunung Soputan karena masih adanya aktivitas yang diperlihatkan melalui mesin pemantau.
Dari data pukul 06:38 Wita, letusan disertai awan panas letusan dengan jarak 2500 meter mengarah ke tenggara dan timur laut.
Sedangkan tinggi abu letusan mencapai 6.500 meter, berwarna kelabu tebal kemerahan ke arah barat daya.
(DidiGara)

