TOMOHON, FAJARMANADO.com – General Manajer (GM) PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Lahendong, Salvius Patangke menyatakan bahwa pihaknya terus bersikap awas menghadapi fenomena alam semburan uap air panas bumi di sekitar kluster LHD-24 Tondangouw, Kota Tomohon.
“Kami terus melakukan pemantauan sambil melakukan penelitian bersama tim ahli geologi dari UGM. Bila (semburan) terus bertambah dan tak bisa dikendalikan lagi, kami akan menutup sumur itu,” katanya kepada wartawan di Tomohon, Selasa (5/1/2016).
Sejak muncul sekitar awal Desember lalu, jumlah titik semburan terus bertambah. Kini tiga berada di sekitar areal sumur kluster LHD-24, dua lainnya di dalam kawasan sumur berproduksi tersebut.
“Kami terus melakukan pengamatan. Kalau tidak dapat dikendalikan lagi dan mengancam masyarakat sekitar akan kami akan tutup dengan semen,” kata pria familiar ini, disaksikan Walikota Jimmy Feldie Eman, SE, Ak.
Tim Pusat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tim kajian lapangan panas bumi PGE bersama tim Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) kini terus melakukan penelitian bersama. Langkah yang tengah dilakukan memasang casing menggunakan Rig . Jika sudah terpasang masih ada semburan maka kemungkina besar akibat fenomena alam. Tapi bila berhenti, bisa dipastikan karena ada kebocoran, yang tentu akan langsung diperbaiki.
Baca juga: UGM: Semburan LHD 24
Baca juga: Muncul di Dekat Sumur PGE
Baca juga: Lumpur Panas Tak Ada
(her)

