Gelar-gelar Dunia Demi Menatap Prestasi Dunia 2016
Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno

Gelar-gelar Dunia Demi Menatap Prestasi Dunia 2016

JAKARTA, FAJARMANADO.com – Indonesia sudah ditunggu banyak event olahraga dunia tahun depan, termasuk Olimpiade. Beberapa prestasi atletnya di tahun 2015 ini diharapkan jadi modal yang baik untuk menjaga optimisme meraih prestasi lebih baik di tahun 2016.

Sepanjang 2015, banyak Arjuna dan Srikandi ‘Merah Putih’ yang sukses mengharumkan nama bangsa lewat berbagai gelar juara dunia di berbagai cabang olahraga. Prestasi ini seperti jadi “oase di tengah padang pasir” di saat konflik internal yang terjadi di masing-masing cabang kerap menghalangi atletnya untuk berprestasi.

Meski prestasi bulutangkis tak begitu menggembirakan, tapi Indonesia masih bisa tersenyum lewat gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 lalu, yang diberikan oleh ganda putra Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan.

Pada hari yang sama, atlet paralayang Dede Supratman juga meraih gelar juara dunia di Kejuaraan Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang VIII FAI 2015 di Bogor, Jawa Barat.

“Gelar juara dunia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus menjadi kado manis dari olahraga menjelang peringatan HUT RI ke 70,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, saat menyaksikan final tersebut.

Tak cuma bulutangkis, prestasi menggembirakan juga ditorehkan cabang olahraga wushu di tahun 2015. Tujuh medali emas yang direbut pada Kejuaraan Dunia Wushu ke-13 pada 13-18 November di Jakarta itu, menjadi torehan terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan di event itu. Indonesia finis posisi kedua, di bawah China yang membawa pulang dengan

Prestasi ini menjadi lonjakan drastis karena pada Kejuaraan Dunia sebelumnya di Malaysia, Indonesia hanya meraih satu emas dan berada di peringkat 13. Wushu Indonesia memang tidak pernah bisa meraih lebih dari satu medali emas sejak Kejuaraan Dunia 2007 di Toronto.

Pewuhsu andalan Indonesia yang pernah menjadi juara dunia yunior, Lindswel Kwok menyumbang dua medali emas (tajijquan dan tajijian putri). Juwita Niza Wasni merebut dua emas (Nandao dan nangun putri), Charles Sutanto dua emas (jianshu dan qiangshu putra) serta dari nomor sanda Yusuf Widianto (kelas Sanda 56 kg).

“Ini menjadi modal berharga menghadapi Olimpiade 2016 dan Asian Games 2018. Ke depan kita dorong agar wushu dilombakan di Olimpiade,” ujar Imam.

Tentu saja masih banyak cabang olahraga lain yang berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah dunia sepanjang 2015 ini, seperti angkat besi, bridge, jet ski, dan beberapa cabor lainnya.

Dengan ini diharapkan Indonesia bisa lebih optimistis menatap ajang-ajang olahraga di tahun 2016, khususnya Olimpiade di mana mereka diwajibkan mengembalikan tradisi emas yang menghilang di London 2012. Bukan tugas mudah, namun dalam olahraga apapun bisa terjadi.

Selain itu tentu jangan dilupakan bahwa Indonesia, dalam hal ini Pemerintah, punya PR besar terkait penyelenggaraan Asian Games yang berjarak dua tahun lagi, namun belum ada gebrakan yang meyakinkan sejauh ini.

(dtc/her)