SYDNEIY, FAJARMANADO.com – Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tengah berupaya memperluas kehadirannya di Indonesia. ISIS disebut-sebut mengincar wilayah Indonesia untuk dijadikan sebagai salah satu wilayah kekhalifahannya.
Jaksa Agung Australia George Brandis melontarkan peringatan itu usai menghadiri pertemuan antara menteri, kepolisian dan pejabat keamanan Indonesia dan Australia, awal pekan ini. Berbicara kepada surat kabar The Australian, Brandis menyebut hal itu memicu ancaman bagi Australia yang merupakan negara tetangga Indonesia serta kepentingan negara-negara Barat lainnya.
“ISIS memiliki ambisi untuk meningkatkan kehadirannya dan level aktivitasnya di Indonesia, baik secara langsung atau melalui pengganti,” tutur Brandis seperti dilansir AFP, Selasa (22/12/2015).
Peringatan Brandis ini dilontarkan usai Densus 88 Antiteror menangkap sejumlah teroris di wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat yang berafiliasi ke ISIS. Kelompok ini disebut akan beraksi dengan meledakkan sejumlah tempat secara bersamaan.
Disebutkan The Australian bahwa sementara otoritas Australia meyakini hanya ada sedikit kesempatan bagi ISIS untuk mendirikan kekhalifahan di Indonesia. Namun jika ISIS berhasil menancapkan pengaruh permanen di negara tetangganya ini maka akan mudah melancarkan serangan terhadap kepentingan Australia maupun negara-negara Barat lainnya yang ada di wilayah Indonesia dan sekitarnya.
Kapolri Badrodin Haiti tidak menampik kemungkinan tersebut. “Ya bisa saja itu ditafsirkan, bahkan bukan hanya indonesia saja, hampir seluruh negara-negara yang ada penduduk Islamnya bisa dijadikan satu daerah sasaran (ISIS),” kata Badrodin saat dihubungi wartawan lewat telepon, Kamis (24/12/2015).
“China bisa, Malaysia bisa, hampir semua bisa memungkinkan karena orang-orang dari berbagai negara ada yang bergabung ke Suriah sana (ikut ISIS-red),” sambungnya.
Menurut Badrodin, dirinya masih mengkaji kebenaran bahwa ISIS tengah mengincar Indonesia. Meski demikian, ditegaskannya, Polri siap menghancurkan berbagai aksi teror di tanah air.
“Saya belum jelas apakah yang dimaksud (ISIS) hanya mendeclare saja, atau akan memberontak ke pemerintah? Ini kan kita belum jelas konsepnya apa, kita belum tahu. Bahkan Santoso dari dulu mengatakan dia perwakilan ISIS yang ada di Indonesia. Dari dulu sudah menyampaikan itu,” imbuh Badrodin. “Jelasnya Polri siap (mengantisipasi),” sambung jenderal bintang empat ini.
(dtc/her)

