PGE Terima Telepon Gelap  dari ‘Kantor Wali Kota Tomohon’
Staf Teras Humas PGE Area Lahendong, Julian Lendeng

PGE Terima Telepon Gelap dari ‘Kantor Wali Kota Tomohon’

TOMOHON, FAJARMANADO.com – Pegawai Kantor PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tomohon, Rabu (23/12/2015), pagi tadi, dibuat agak sibuk dari biasanya setelah mendengar kabar bahwa Wali Kota Jimmy Feldie Eman, SE Ak akan menyambagi kantor yang terletak di Kecamatan Tomohon Selatan ini.

“Selamat pagi. Ini dari Kantor Wali Kota Tomohon. Tolong sampaikan kepada GM (General Manajer) bahwa Pak Wali akan berkunjung pagi ini,” demikian suara seorang pria dari balik telepon.

Pegawai staf sekretariat yang menerima kabar tersebut spontan kasak kusuk. Selain melaporkannya kepada GM Salvius Patangke, juga ke sesama pegawai. Tak terkecuali kepada Kabag Humas Dimas Wibisono dan Julian Lendeng, staf terasnya.

Informasi ini tak luput pula disampaikan kepada wartawanRRI, Jeffry Assa yang hendak mewawancarai pimpinan kantor BUMN tersebut. “Pak tolong dipersingkat saja ya, karena Pak Wali segera datang berkunjung,” kata wanita yang enggan publish namanya ini.

Upaya konfirmasi kepastian waktu kunjungan Wali Kota Eman pun ditempuh Julian Lendeng. “Saya sudah cek ternyata tidak ada agenda kunjungan Pak Wali di sini hari ini. Pak Wali masih berada di Jakarta sekarang,” katanya kepada fajarmanado.com di Kantor PGE Area Lahendong, sekitar jam 10.00 Wita, pagi tadi.

“Telepon seperti ini bisa jadi adalah salahsatu modus penipuan. Ujung-ujungnya mereka akan minta uang berdalih bantuan, apalagi Pak Wali sedang berada di luar daerah,” ujar Julian, yang berlatar belakang polisi ini.

Ketika aktif sebagai anggota Polsek Tomohon, kisahnya, pimpinannya sempat mengalami peristiwa yang mirip. Ada telepon dari orang yang mengaku dari Mabes Polri bahwa ada perwira tinggi hendak berkunjung ke Manado.

Atasannya diminta mentranfer sejumlah uang untuk membiayai transportasi pesawat beberapa orang dan kebutuhan lainnya.

“Saya curiga dan menyarankan beliau untuk cek kebenarannya. Mulanya Bapak marah tapi setelah dikroscek ke Polda ternyata tidak ada jadwal seorang pun perwira Mabes yang berkunjung ke Manado saat itu,”  ungkapnya.

Nasib sial, katanya, dialami seorang ibu. Tanpa mencek kebenarannya kepada pihak yang berkompeten, ibu yang diiming-iming mendapat hadiah sebuah mobil ini terlanjur mentransfer uang sebesar Rp.25 juta ke nomor rekening yang diberikan si penelepon.

“Memang berhasil dilacak dan orangnya ditangkap di Makassar tapi saldo rekeningnya sudah kosong,” ujarnya sambil mengingatkan agar masyarakat jangan cepat percaya dengan informasi melalui telepon yang tidak jelas keberadaannya. “Harus dicek dulu kebenarannya ke alamat resmi,” tambah pria low profile ini.

(her)