JAKARTA, FAJARMANADO.com — Pemerintah mengumumkan penurunan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk Solar turun Rp 800 jadi Rp 5.950/liter, sedangkan Premium turun hanya Rp 150 jadi Rp 7.150/liter.
Kenapa penurunan harga Solar lebih banyak daripada Premium?
Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan, harga BBM sebenarnya ditentukan oleh 3 komponen, yakni harga minyak dunia dan Indonesia Crude Price (ICP), nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah, dan efisiensi mata rantai pasokan yang sebagian besar dilakukan PT Pertamina (Persero).
“Kenapa ada komponen kurs, karena sebagian besar suplai BBM masih diimpor. Sedangkan efisiensi, tahun ini kami banyak melakukan kebijakan efisiensi mata rantai, mulai dari pembubaran Petral, mengaktifkan kembali ISC (Integrated Supply Chain), dan pengambilalihan kilang TPPI, serta modernisasi kilang, ini membuat impor turun dan berdampak pada stabilitas kurs,” jelas Sudirman.
Khusus terkait harga minyak mentah, dalam tiga bulan terakhir ada penurunan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) untuk Solar sekitar 18-20%, sedangkan MOPS Premium turun hanya sekitar 8%.
“Jadi memang solar turun lebih signifikan dibandingkan premium,” tutup Sudirman.
Kebijakan harga BBM baru ini baru berlaku pada 5 Januari 2016.
(dtc)

