KAWANGKOAN, FAJARAMANADO.com— Perayaan Natal Yesus Kristus tanggal 25 Desember 2015 tinggal menghitung hari,berbagai persiapan yakni membuat kue natal,pemasangan pernak pernik seperti pohon natal bahkan lampu hias dipasang mengitari jalan sebagai simbol menyambut akan kedatangan Raja Damai.
Dalam kita merayakan Natal Yesus Kristus 25 Desember 2015 janganlah merayakannya dengan pesta pora apalagi menyediakan minuman keras (Miras), tapi rayakanlah itu dengan selalu mengucap syukur.
Ketua Badan Kerjasama Antar Umat Beragama (BKSAU Pdt Meily.H.Lengkong-Pontoh,MTh,Kamis (17/12/2015), ketika selesai mengikuti reses Ketua sementara DPRD Provinsi Sulut Drs Stavanus Vreeke Runtu di BPU Pinaesaan Kelurahan Sendangan,mengatakan dalam kita merayakan natal Yesus Kristus marilah kita menjadi orang yang benar serta bisa mengendalikan diri.
“Sebab sekarang ini sudah merupakan suatu kajian bahwa berbagai kejahatan dan pertikaian yang terjadi 85% itu disebabkan oleh orang mengkonsums”. Minuman Keras (Miras)”. Karena mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan akan berdampak pada masalah sosial seperti kekerasan dalam rumatangga,kejahatan dilingkungan masyarakat sehingga keamanan itu tidak bisa terjamin ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat,terang Ketua BPMJ GMIM Sion Sendangan.
Menjadi harapannya dalam kita merayakan natal yang merupakan hari damai,sebagai warga gereja dan masyarakat, marilah kita benar-benar membawah damai melalui sikap dan karakter kita setiap hari.
“Jangan cuma salam damai tetapi damai dalam keluarga dan damai dalam lingkungan dimana kita berada”. Dalam merayakan natal harus ada hati yang bersih,bukan Cuma rumah yang ditata bersih tetapi iman juga harus bersih,katanya.
Sehingga adala istilah sekaran jangan Cuma suka mo pigi cuci mata,cuci dompet atau cuci gudang,tapi semestinya kita harus cuci hjati supaya bersih. Sehingga ada damai dan suka cita didalam kehidupan pribadi dan rumahtangga,jelas Ketua BPW GMIM Kawangkoan Satu.
(dennyrondonuwu)

Pdt Meily H.Lengkong-Pontoh saat diwawancarai (foto der)
