SVR Janji Perjuangkan Penataan Bukit Kasih
Objek Wisata Religius Bukit Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat ini akan dijadikan Pnj Gubernur DR Soni Sumarsono MDM sebagai salahsatu destinasi wisata dunia di Provinsi Sulawesi Utara. (Foto: Ist)

SVR Janji Perjuangkan Penataan Bukit Kasih

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com – Ketua sementara DPRD Sulut, Drs Stevanus Vreeke Runtu (SVR) berjanji akan memperjuangkan penataan dan penambahan prasarana pendukung objek wisata religius Bukit Kasih Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa.

“Saya melihat memang perlu dilakukan penataan lagi di Bukit Kasih, baik akses jalan masuk keluar, prasarana pendukung seperti taman bermain anak-anak dan prasarana lainnya agar Bukit Kasih tetap menarik minat pengunjung,” katanya ketika Tanya jawab saat reses di Aula Pinaesaan Sendangan, Kawangkoan, Kamis (17/12/2015)

Sebelumnya, Ketua LPMK Sendangan Selatan, Herly Umbas mengungkapkan keprihatinannya atas program pemerintah Provinsi Sulut dan Kabupaten Minahasa di sektor pariwisata selama ini.

“Saya sangat setuju apabila pariwisata menjadi sektor andalan di bidang jasa untuk menambah pendapatan daerah dan mengentaskan kemiskinan. Sebab, dengan lebih banyaknya turis mancanegara berkunjung di daerah ini, pasti akan memberikan dampak tambahan pendapatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun dia menilai jika dana program promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah sampai ke luar negeri selama ini tidak berbanding lurus dengan penerimaan daerah dan pendapatan masyarakat. Kebanyakan pengunjung hanya datang sebentar dan tidak tinggal lama di daerah ini, apalagi di wilayah tempat di mana objek wisata itu berada.

“Saat promosi ke luar, selalu saja membawa tim kesenian tapi di lokasi-lokasi wisata di daerah ini hampir tidak pernah ada tim kesenian yang menyambut dan menghibur pengunjung secara rutin. Turis juga hanya datang sebentar karena tidak ada fasilitas penginapan di lokasi wisata,” paparnya.

Selain itu, destinasi wisata di daerah ini, seperti Bukit Kasih Kanonang tidak atau belum dilengkapi dengan prasarana pendukung lainnya, semisal taman bermain anak-anak sehingga kurang menarik minat pengunjung untuk datang kembali. “Ini sekedar masukan kalau bisa diperjuangkan,” kata aktivis LSM Hulu Lestari ini.

Sementara Bernard Poluakan, BA dan Drs Eddy Ferdinand Ruata senada mengharapkan perhatian pemerintah atas keberadaan goa peninggalan Jepang 50 kamar di wilayah Kelurahan Sendangan Tengah.

“Yang banyak orang kenal hanyalah Goa Jepang Kiawa di kompleks Jembatan Ranowangko. Padahal yang sangat potensial menjadi objek wisata adalah Goa Jepang 50 kamar ini. Sewaktu pergolakan Permesta, Goa ini menampung pengungsi 30 sampai 40 keluarga,” jelas Ruata.

Berbagai langkah, lanjutnya, telah dilakukan pihaknya, pemerintah dan masyarakat untuk membuka akses jalan masuk  menuju lokasinya, berupa rabat beton dan jembatan dengan dana PNPM Mandiri Pedesaan.

“Yang dibutuhkan tinggal lanjutan pembangunan jalannya sekitar 100 meter dan penataan lahan parker dan prasarana pendukung lainnya. Ini sudah berkali-kali kami ajukan permohonan kepada pemerintah kabupaten dan sudah dikunjungi pejabat terkait, tapi tidak ada realisasinya sampai sekarang ini,”  ungkap Ruata, mantan Camat Kawangkoan dan Kabag Ekonomi Setkab Minahasa ini.

Menanggapi hal ini, SVR mengatakan bahwa akan menyampaikannya kepada Pemkab Minahasa. “Ini domain Pemkab Minahasa, kalau Bukit Kasih domain provinsi. Namun akan tetap menjadi catatan dan masukan bagi saya untuk diteruskan kepada Pemkab Minahasa apa yang menjadi domain pemkab dan pemprov bagi yang menjadi domain pemprov,” ujar SVR pada dialog yang dimoderatori mantan anggota DPRD Minahasa Febry FH Suoth, SSos itu.

Hadari pada reses SVR siang tadi, selain hampir 100 tokoh masyarakat dan pemuda, juga Lurah Sendangan Ansye Lapian, SE dan Ketua BKSAUA Kecamatan Kawangkoan, Pdt Meily Helly Lengkong-Pontoh, MTh.

(denny r)