MANADO, FAJARMANADO.com — Perang opini terjadi pasca pemunggutan suara Pilgub Sulut 9 Desember tadi. Pasangan calon (Paslon) Olly Dondokambey-Steven kandow mengklaim menang mutlak di atas 50 persen dari dua rivalnya,Paslon Maya Rumantir-Glenny Kairupan dan Benny Jozua Mamoto-David Bobihoe.
Klaim Olly Dondokambey diutarakan melalui wawancara langsung di salahsatu televisi swasta nasional merujuk hasil quick count (hitungan cepat).
“Kita lihat saja hasil formulir C-1,” komentar Benny Jozua Mamoto (BJM) kepada wartawan di kediamannya, Wale Padi’or Tompaso, Minahasa, Rabu (9/12/2015).
BJM tampak tenang menanggapi perkembangan quick count media elektronik milik Surya Palloh, yang menayangkan jika pasangan nomor urut 3 Pilgub Sulut hanya meraup suara sekitar 28 persen.
“Biarlah, saya tidak mau mengkomplain. Itu hak mereka. Janganlah terlalu dini, kita lihat saja hasil C-1,” ujarnya dengan nada pelan.
Dia mengaku memilihi data C-1 dari TPS yang telah dikirim para saksi melalui pesan elektronik ke tim informasi Teknologi (IT) paslon BeDa. Tapi, dia masih enggan menyebut perkembangan angka hasil rekapitulasinya.
BJM hanya berharap agar pihak penyelenggara, baik jajaran KPU maupun Bawaslu dapat bekerja professional agar tetap mendapat kepercayaan masyarakat sebagai lembaga independen.
“Janganlah kepercayaan hanya digunakan untuk kepentingan sesaat. Ingat hanya sesaat,” katanya. BJM kemudian menghimbau para relawan, polisi dan TNI AD untuk mengawal tahapan proses perhitungan sampai di KPU agar hasilnya tidak merugikan salahsatu calon.
Sementara data yang dirilis tim IT paslon BeDa menyebutkan bahwa data sementara yang dikumpulkan pihaknya menyebutkan perolehan suara pasangan nomor urut satu 27,04 persen, dua 19,10 persen dan nomor urut tiga 36,86 persen.
Mengenai rilis akun facebook Benny-David ini, BJM juga tidak mau menanggapi berlebihan. “Kami memang punya data C-1 tapi sementara masuk dan dihitung,’’ ujar pria yang dikenal kale mini.
Begitu pun dengan David Bobihoe, pasangan wakil gubernur BJM. Ditemui di Manado, penyandang predikat bupati terbaik nasional ini, juga enggan mengungkapkan data otentik yang dikirimkan para saksi melalui pesan elektronik sesaat setelah rekapitulasi suara di TPS.
“Kita tunggu saja hasil (rekapitulasi) KPU Sulut. Itulah yang sah,” ujarnya.
Namun dia membenarkan jika data yang dirilis tim IT BeDa tersebut sangat rasional karena sesuai informasi lisan dari para saksi dan tim pemenangan BeDa maupun petugas keamanan, Paslon BeGa menang telak sekitar 75 persen di Bolmong raya, 65 persen di Kota Manado, menang di Kota Bitung, Minahasa Utara dan Sangihe raya.
“Saya tidak tahu persis data quick count yang dirilis televesi-televisi, apakah sudah masuk yang dari wilayah yang kita menangkan atau baru sebatas daerah-daerah yang mereka menangkan, seperti Minahasa dan Mitra,” paparnya.
(heru)

