Theo: GP Minteng Bukan Organisasi Abal-Abal
Theo Umbas, SSTP

Theo: GP Minteng Bukan Organisasi Abal-Abal

KAWANGKOAN, FAJARMANADO.com — LSM Generasi Penerus Minahasa Tengah (GP Minteng), yang resmi dikukuhkan Wakil Bupati Ivan Sarundajang, adalah organisasi terbuka yang memiliki visi dan misi yang jelas.

“GP Minteng bukan organisasi abal-abal yang bisa dijadikan alat politik praktis,” kata Ketua LSM GP Minteng, Theo Umbas, STTP kepada fajarmanado di Kawangkoan, Minggu (6/12/2015)

Pembentukan GP Minteng termotivasi untuk bersama-sama panitia Minteng mengawal pembentukan DOB Minteng, menjadi mitra pembangunan pemerintah Minahasa yang kritis disertai solusi, dan berkomitmen memberdayakan anggota dan masyarakat.

“Inilah konsep besar pembentukan GP Minteng,” ujar alumni STPDN/IPDN Jatinangor, Sumedang, Bandung, Jawa Barat ini.

Untuk itu, pengukuhan dan pelantikan pengurusnya dilakukan Wakil Bupati Ivan Sarundajang di Wale Palelon, Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan Utara, Jumat (4/12/2015) malam, disaksikan Kabag Perekonomian Setkab Minahasa, para camat di wilayah calon DOB Minteng, kapolsek, dan Danramil 1302/08 Kawangkoan-Tompaso.

Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Minteng kini tengah berproses di tingkat pusat. Kelengkapan berkas administrasinya, kajian Universitan Indonesia dan peta tematik dari Badan Geospasial Bandung sudah diserahkan kepada Kemendagri, Komisi II DPR RI dan Komite I DPD RI pada Desember 2013.

Selain bersama panitia pembentukan DOB mengawal proses penetapan Kabupaten Minteng, kata Umbas, GP Minteng akan memberdayakan sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM dan SDM) yang potensial di wilayah Kawangkoan raya, Tompaso raya dan Sonder.

Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang ketika mengukuhkan dan melantik pengurus LSM GP Minteng di Kawangkoan, Jumat (4/12/2015)
Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang ketika mengukuhkan dan melantik pengurus LSM GP Minteng di Kawangkoan, Jumat (4/12/2015)

Minteng punya potensi lahan pertanian dan perkebunan, memiliki objek wisata relegi Bukit Kasih yang sudah dikenal dunia, juga dikenal dengan potensi perdagangan dan jasa, yang didukung SDM yang berlimpah.

”Jika dikemas dengan baik, saya yakin akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah,” jelas mantan Kasubag Tata Usaha Pimpinan Setprov Sulut ini.

Konsep pengelolaan jasa pariwisata alam dan budaya telah disusun dan segera akan disodorkan kepada Pemkab Minahasa. Intinya, bagaimana membuat para turis mancanegara maupun domestik bisa lama tinggal di kawasan Minteng dan rela mengeluarkan uang lebih banyak lagi di wilayah ini.

Kenyataan selama ini, lanjut dia, para turis hanya datang berkunjung sebentar melihat pesona Bukit Kasih, kemudian pulang. Padahal, masih banyak objek wisata lainnya yang bisa laku dijual, seperti pemandian air, panas, goa-goa peninggalan Jepang dan waruga-waruga.

Sebagaimana pariwisata, konsep pemberdayaan masyarakat, juga sudah dikemas GP Minteng dan siap diimplementasikan. “Langkah awal, yang akan kami berdayakan lebih dulu adalah anggota. GP Minteng akan memfasilitasi usaha-usaha setiap anggota di semua sector, termasuk membantu permodalan sepanjang dinilai layak sesuai kajian ekonomi,” jelas suami Serfilia Koroh, SSTP, Camat Kawangkoan Utara ini.

(heru)